danpatuh kepada orang tua dan guru 4.11.2 Membiasakan perilaku hormat dan patuh kepada orang tua dan guru D. MATERI PEMBELAJARAN Hormat dan patuh kepada Orang tua dan guru Ayah dan Ibu telah berjasa , mengasuh dan memelihara kita. Kita harus patuh kepada mereka berdua. Hormat dan patuh kepada orang tua adalah peintah Allah SWT Tercantum dalam Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ûd RA سَأَلْتُ النَّبِيَّ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ؟ قَالَ الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا، قَالَ ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ، قَالَ ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ الله، قَالَ حَدَّثَنِي بِهِنَّ وَلَوْ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي “Aku bertanya kepada Rasulullâh SAW, Amalan apakah yang paling dicintai Allah?’ Beliau menjawab Shalat tepat pada waktunya.’ Aku bertanya lagi, Kemudian apa?’ Beliau menjawab Berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya lagi, Kemudian apa lagi?’ Beliau menjawab, Berjihad di jalan Allah.’ Rasulullah menyebutkan ketiga hal itu kepadaku, seandainya aku bertanya lagi tentu Rasulullah akan menambahkan lagi.” Dari hadits di atas dapat kita ketahui bahwa dalam kehidupan sehari-hari jihad di jalan Allah bukanlah prioritas pertama karena ada yang lebih tinggi dan disukai oleh SWT dari pada jihad, yakni shalat di awal waktu dan berbakti kepada orang tua. Hal itu dapat kita ketahui dari urutan kalimat atau redaksi dalam hadits di atas, yakni 1. الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا shalat di awal waktu, 2. بِرُّ الْوَالِدَيْنِ berbakti kepada kedua orang tua, dan 3. الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ jihad di jalan Allah. Ketiga hal di atas, yakni shalat di awal waktu, berbakti kepada kedua orang tua, dan jihad di jalan Allah kesemuanya adalah perintah Allah SWT sebagaimana termaktub di dalam Al-Qur’an 1. أَقِمِ الصَّلَاةَ, Tegakkanlah shalat, Al-Isra’, 78 2. وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا, Berbaktilah kepada kedua orang tua Al-Isra, 23 3. وَجَاهَدُواْ فِي سَبِيلِ الله, Berjihadlah di jalan Allah Al-Baqarah, 218 Jika kita bandingkan antara berbakti kepada kedua orang tua dengan jihad di jalan Allah maka berbakti kepada kedua orang tua harus lebih didahulukan dari pada jihad karena ia menempati urutan kedua, sedangkan berjihad berada di urutan ketiga. Dari sisi hukum Islam, berbakti kepada kedua orang tua hukumnya fardhu 'ain yang berarti mengikat atau berlaku bagi setiap orang tanpa terkecuali. Sedangkan jihad di jalan Allah, menurut jumhur ulama, hukumnya fardhu kifayah yang berarti jika sudah ada sebagian orang yang melakukannya, maka sebagian yang lain tidak wajib melakukannya sehingga tidak serta merta terkena dosa karena ketidakikutsertaannya. Dalam keadaan tertentu, hukum jihad di jalan Allah bisa berubah menjadi fardhu 'ain. Beberapa tahun terakhir ini, terutama sejak reformasi, beberapa kekerasan atas nama agama terjadi dimana-mana di berbagai daerah di Indonesia. Kekerasan itu dilakukan oleh sekelompok orang yang terlatih atas nama jihad dengan mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah. Pertanyaannya adalah apakah mereka mendapatkan izin dari kedua orang tuanya untuk melakukan kekerasan yang tidak hanya menewaskan orang lain tetapi juga menewaskan diri sendiri tersebut? Pertanyaan di atas penting untuk dijawab sebab jika tidak mendapatkan izin dari kedua orang tua, maka siapa pun sebetulnya tidak diperbolehkan pergi berjihad. Rasulullah SAW sendiri tidak berani memberangkatkan seseorang untuk pergi berjihad di jalan Allah jika orang tersebut tidak mendapat izin dari orang tuanya. Padahal jihad yang diserukan Rasulullah SAW adalah jihad yang dijamin bisa dipertanggungjawabkan keabsahan dan kebenarannya di hadapan Allah SWT, dan bukan jihad yang kontroversial apalagi jihad yang keliru sama sekali. Sikap Rasulullah SAW yang tidak bersedia memberangkatkan seseorang pergi ke medan jihad tanpa izin kedua orang tuanya dapat kita lihat pada kandungan hadits yang diriwayatkan dari Abdullâh bin Amr RA berikut ini جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ فَاسْتَأْذَنَهُ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَيٌّ وَالِدَاكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ “Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullâh, lalu dia minta izin ikut berjihad. Rasulullâh bertanya Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Lelaki itu menjawab, “Ya.” Rasulallâh bersabda, “Berjihadlah di sisi keduanya!” Hadits tersebut mengandung maksud bahwa seseorang yang hendak berjihad harus mendapatkan izin dari kedua orang tuanya karena jihad dalam arti perang di jalan Allah itu mempertaruhkan nyawa. Hanya kedua orang tuanya yang berhak memberi izin berjihad, baik orang itu sudah berkeluarga maupun belum. Hal ini tentu bisa kita mengerti karena kehadiran seseorang ke dunia ini melalui kedua orang tuanya dimana sang ibu dahulu sewaktu melahirkannya membutuhkan perjuangan yang luar biasa dengan nyawa sebagai taruhannya. Apakah perjuangan seorang ibu yang sedemikian berat itu boleh diabaikan sang anak begitu saja sehingga ia pergi berjihad tanpa restu atau izinnya? Tentu saja tidak! Oleh karena itu, sebagaimana dinyatakan dalam hadits di atas, Rasululllah SAW memerintahkan agar laki-laki yang hendak ikut berjihad bersama Rasulullah SAW itu supaya pulang menemui kedua orang tuanya untuk berbakti kepada mereka. Rasulullah mengatakan, فَفِيهِمَا فَجَاهِد, “Berjihadlah di sisi keduanya!”. Artinya berbakti kepada kedua orang tua itu juga termasuk jihad di jalan Allah meski tidak secara langsung. Sejurus untuk jihad menghormati orang tua, hormat kepada guru juga tidak kalah pentingnya bagi seorang pelajar. Yang paling dasar adalah, lewat guru, kita bisa membaca, menulis, dan berhitung. Lewat gurulah kita bisa bertanya tentang segala sesuatu yang belum kita ketahui. Guru di sini bukan hanya sosok yang ada di sekolah, tetapi di rumah, pesantren, majelis taklim, musholla, masjid, maupun di tengah masyarakat. Karena setiap orang yang memberikan dan mengajarkan kebaikan, dia tentu layak disebut guru. Dalam rangka hormat kepada guru dan orang tua, seyogianya anak dan murid mengunjungi orang tua dan gurunya baik di kala keduanya hidup maupun sepeninggal keduanya. Pasalnya dua model hubungan ini lestari baik di dunia maupun di akhirat. Kalau pun sudah tiada, anak atau murid dianjurkan menziarahi makam mereka. Sebagai wujud bakti anak dan murid dianjurkan untuk membaca kalimat thoyibah di makam mereka atau bersedekah yang pahalanya ditujukan untuk mereka. Demikian disebutkan Abu Bakar bin Sayid M Syatho Dimyathi dalam karyanya Hasyiyah Ianatut Thalibin ala Fathil Muin. وفي رواية "من زار قبر والديه كل جمعة أو أحدهما فقرأ عنده يس والقرآن الحكيم’ غفر له بعدد ذلك آية أو حرفا" Sebuah riwayat menyebutkan Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang menziarahi makam kedua orang tuanya atau makam salah satu dari keduanya setiap Jumat, lalu ia membaca Surat Yasin di makamnya, niscaya dosa si anak akan diampuni sebanyak ayat atau huruf di Surat Yasin.” Selain itu Allah juga menjanjikan ganjaran besar untuk anak yang menziarahi makam orang tuanya. Hadits berikut ini dikutip di Hasyiyah Ianatut Thalibin. وفي رواية "من زار قبر والديه أو أحدهما كان كحجة" Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang menziarahi makan kedua orang tuanya atau makam salah satu dari keduanya, niscaya ia mendapat pahala haji.” Kalau menziarahi makam orang tua luar biasa mulianya, apalagi mengunjungi orang tua di kala hidupnya dengan penuh hormat dan takzim. Karena tidak heran kalau ada istilah, “Orang tua adalah keramat yang diambil dari kata karamah hidup”. Fathoni Ahmad
Berdasarkanunggah-ungguh bahasa Jawa tersebut terlihat bahwa terdapat perbedaan penggunaan kata atau bahasa yang digunakan untuk berbicara dengan teman atau orang yang lebih tua. Hal ini akan melatih siswa untuk membedakan bagaimana bersikap dan berbicara yang baik atau sopan terhadap orang tua atau gurunya. (fbs1/ida)
JAKARTA - Islam sangat menekankan adab sopan santun dan cara bersikap akhlak yang benar dalam berhubungan dengan orang lain tanpa memandang usia, jenis kelamin, warna kulit, agama, atau keyakinan. Islam begitu memperhatikan tentang hubungan dengan sesama. Menjaga hubungan baik dengan orang lain harus menjadi prioritas utama dari seluruh Muslim. Pentingnya adab sopan santun ini dalam Islam digambarkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang merangkum tujuan dari seluruh pesannya ke dalam kesempurnaan akhlak terbaik. Hadits itu berbunyi, "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak akhlak terbaik." HR Al-Baihaqi dari Abu Hurairah RA. Di dalam Alquran juga dijelaskan Nabi Muhammad SAW diutus untuk membawa rahmat kepada umat manusia, untuk kebaikan umat manusia dan membimbing umat manusia. Allah berfirman dalam surat 21 ayat 107 yang berbunyi, "Dan Kami tidak mengutus engkau Muhammad melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam." Tata krama yang baik diterapkan bagi semua orang karena mencakup area pemahaman yang universal. Tata krama tersebut harus menjadi praktik dan kebiasaan sehari-hari yang terwujud dalam bentuk menunjukkan rasa hormat kepada orang lain, bertindak baik, menghindari perilaku yang tidak pantas, menggunakan bahasa yang pantas, membuat orang lain nyaman, dan melakukan upaya yang wajar agar tidak menyinggung orang lain.
Danguru di sekolah meneruskan kewajiban untuk mendidik di lingkungan sekolah. Berkat jasa-jasa mereka, seorang anak perlu memahami adab dan sopan santun terhadap orang tua dan guru sebagai bentuk terima kasih. Pengertian Adab terhadap Orang Tua. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata 'adab' memiliki arti akhlak, budi pekerti, kesopanan
Home » Islam Penulis Isfatu Fadhilatul Ditayangkan 18 Oct 2019 Ilustrasi sopan santun kepada orang tua - Image from anak bersopan santun. Dalam hidup manusia tidak dapat lepas dari bersosialisasi, karena sejatinya manusia adalah makhluk yang membutuhkan satu sama bersosialisasi pun, perlu memperhatikan beberapa hal. Antara lain yaitu bersikap baik dengan selalu mengutamakan sopan adalah tata cara atau peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekelompok manusia. Sopan santun bersifat relatif, artinya setiap tempat tinggal dan lingkungan memiliki sopan santun yang berbeda, perbedaan tersebut juga dapat terjadi karena contoh sopan santun adalah menghormati orang tua, tidak berkata kasar, diam saat berada dalam majelis, dan lain-lain. Berikut dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai macam-macam sopan Santun Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa sopan santun adalah hal yang sangat penting untuk diterapkan terutama dalam hidup bermasyarakat. Apabila kita melupakan atau tidak menjalankan sopan santun, maka kita akan mendapat sanksi dari masyarakat seperti mendapat cemooh dan lain-lain. Yang mana perilaku tidak sopan disebut dengan kurang santun dalam islam sendiri juga memegang peran yang sangat penting. Allah sangat menyukai hamba-Nya yang berkelakuan baik dan juga selalu menjaga sopan santun. Allah SWT berfirman dalam Ali Imran ayat 159,فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَArtinya "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya".Sopan santun dalam ajaran islam disebut adab, sebutan orang beradab yaitu berarti bahwa orang tersebut mengetahui aturan tentang sopan santun yang ditentukan dalam agama Islam. Islam sendiri juga sudah mengatur beberapa adab, misalnya adab kepada orang tua dan guru, yang mana kesemuanya memegang peran penting dalam kehidupan kita Santun Terhadap Orang TuaOrang tua merupakan seseorang yang sangat berjasa bagi kehidupan kita, karena mereka yang telah melahirkan dan juga membesarkan kita. Mereka tidak akan pernah meminta balasan atas jasa-jasa mereka, oleh karena itu kita sebagai anak wajib membalas kebaikan mereka dengan cara berbakti dan selalu menjaga sopan-santun kita. Hal yang bisa kita lakukan adalah antara lain 1. Tidak memandang orang tua dengan tatapan yang tajam, atau pandangan yang menimbulkan tidak enak dalam ini biasanya terjadi saat orang tua menyuruh anaknya melakukan sesuatu, ketika sang anak sedang asyik melakukan kegiatan lain, maka ia akan melotot atau memandang tajam ke arah orang tua. Hal ini sangat tidak dianjurkan, hal yang harus dilakukan adalah segera melaksanakan perintah orang tua dengan Tidak meninggikan suara saat berbicara dengan orang saat jarak kita terlalu jauh, maka kita akan meninggikan suara kita agar orang tua mendengar perkataan kita. Padahal hal tersebut tidak dianjurkan, hal yang harus kita lakukan adalah menghampiri orang tua, kemudian berbicara dengan Musawwir bin Makhramah RA menjelaskan tentang bagaimana adab para Sahabat Nabi ketika berbicara pada beliau, disebutkan di dalamnya"Jika para sahabat berbicara dengan Rasulullah, mereka merendahkan suara mereka dan mereka tidak memandang tajam sebagai bentuk pengagungan terhadap Rasulullah" HR. Al Bukhari 2731.Selain menjaga sopan santun, kita juga harus berdoa untuk kedua orang tua kita. Baca selengkapnya disini 1. Doa Untuk Kedua Orang Tua, Arab Beserta Artinya2. Kumpulan Doa Orang Tua untuk Anak Beserta Doa Islami Untuk Anak3. Tidak mendahului orang tua ketika yang harus dilakukan anak ketika orang tua sedang berbicara adalah membiarkan mereka berbicara dahulu hingga selesai, baru sang anak menjawabnya. Adab ini juga diterapkan oleh sahabat Nabi yakni Abdullah bin Umar, beliau berkata "Kami pernah bersama Rasulullah Shalallahualaihi Wasallam di Jummar, kemudian Nabi bersabda Ada sebuah pohon yang ia merupakan permisalan seorang Muslim. Ibnu Umar berkata sebetulnya aku ingin menjawab pohon kurma. Namun karena ia yang paling muda di sini maka aku diam. Lalu Nabi Shalallahualaihi Wasallam pun memberi tahu jawabannya kepada orang-orang ia adalah pohon kurma" HR. Al Bukhari 82, Muslim 2811.4. Tidak duduk di depan orang tua ketika mereka ini sesuai dengan hadits berikut,Jabir bin Abdillah radhiallahuanhu berkata "Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengaduh karena sakit, ketika itu kami shalat bermakmum di belakang beliau, sedangkan beliau dalam keadaan duduk, dan Abu Bakar memperdengarkan takbirnya kepada orang-orang. Lalu beliau menoleh kepada kami, maka beliau melihat kami shalat dalam keadaan berdiri. Lalu beliau memberi isyarat kepada kami untuk duduk, lalu kami shalat dengan mengikuti shalatnya dalam keadaan duduk. Ketika beliau mengucapkan salam, maka beliau bersabda, kalian baru saja hampir melakukan perbuatan kaum Persia dan Romawi, mereka berdiri di hadapan raja mereka, sedangkan mereka dalam keadaan duduk, maka janganlah kalian melakukannya. Berimamlah dengan imam kalian. Jika dia shalat dalam keadaan berdiri, maka shalatlah kalian dalam keadaan berdiri, dan jika dia shalat dalam keadaan duduk, maka kalian shalatlah dalam keadaan duduk" HR. Muslim, no. 413.5. Mendahulukan urusan orang tua daripada urusan kita yang seharusnya dilakukan seorang anak yakni senantiasa mendahulukan urusan orang tua daripada urusan sendiri, hal ini misalnya seperti makan, minum, ataupun urusan Santun Terhadap GuruSeorang guru merupakan orang tua kedua kita saat berada di sekolah maupun pesantren. Jasa mereka juga sangat besar kepada kita yakni mengajarkan ilmu-ilmu yang tidak kita dapat di rumah. Oleh karena itu kita juga harus berbakti dan selalu menjaga sopan santun kepada guru, diantaranya adalah dengan cara berikut ini Tidak mencari-cari kesalahan dan kekurangan yang ada pada menjelekkan dan membicarakan memanjatkan doa yang ditujukan kepada kebaikan mengamalkan pelajaran dan akhlak baik yang diajarkan oleh pelajaran yang diajarkan guru bisa kita pahami dengan baik, jangan lupa baca doa sebelum belajar, baca disini Baca Doa Sebelum Belajar dan Doa Sesudah Belajar agar Ilmu BarokahTidak memotong perkataan guru ketika beliau dengan lemah lembut, dan bersikap rendah diri kepada izin kepada guru ketika tidak dapat bersekolah atau kepada guru ketika kepada guru, dengan tetap memegang teguh syariat perhatian besar ketika guru memberi artikel tentang sopan santun ini, semoga bermanfaat dan dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. islam sopan-santun sopan santun sopan santun adalah sopan santun terhadap guru pendidikan
LAPORANPELAKSANAAN AKTUALISASI PESERTA PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III PEMERINTAH KOTA TEGAL Upaya Meningkatkan Sopan Santun Siswa Terhadap Guru dan Teman Melalui Program The New 5S di SD Slerok 3 Kota Tegal Disusun Oleh: Nama : Nur Fitri Nugraheni, S.Pd. NIP : 19950322 201902 2 012 Jabatan : Guru Kelas Ahli Pertama Instansi : Pemerintah Kota Tegal PEMERINTAH KOTA Ilustrasi artikel 2 Contoh Kultum Singkat tentang Berbakti dan Menghormati Orang Tua. Sumber saat bulan Ramadhan, selain beribadah, kita dapat mengisinya dengan berbagai hal positif seperti membaca buku agama serta mendengarkan kultum dan ceramah. Mendengarkan kultum dapat dilakukan setalah sahur sambil menunggu azan subuh atau sambil menunggu berbuka. Materi kultum berisi berbagai ajaran agama, tentang ibadah, atau tentang akhlak dalam kehidupan seharu-hari. Salah satu contoh tema kultum adalah berbakti kepada kedua orang tua. Dalam artikel berikut ini, kita akan menyimak 2 contoh teks materi kultum singkat tentang berbakti dan menghormati orang artikel 2 Contoh Kultum Singkat tentang Berbakti dan Menghormati Orang Tua. Sumber Contoh Kultum tentang Berbakti dan Menghormati Orang TuaBerikut ini adalah 2 contoh kultum singkat tentang berbakti dan menghormati orang tua berdasarkan buku Pidato Empat Bahasa oleh Tim Guru Bahasa SICC 2019 6, 118-119.Assalamualaikum Warrahmatullahi Alamiin, assholatu wassalamu ala syrofil anbiya'i wa imamil mursalin, sayyidina wamaulana Muhammadin wa ala alihi wasohbihi aj'main. Amma Ba' pertama dan yang paling utama, mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Karena sungguh tiada Tuhan selain Allah yang menguasai seluruh alam ini. Selawat serta salam kita limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga kita sebagai pengikutnya mendapatkan syafaat di hari kiamat kelak. Amiin ya Rabbal yang dirahmati orang sudah pasti memiliki orang tua. Orang tua kita bekerja keras membesarkan kita, memberi kehidupan dan pendidikan yang layak untuk kita semua. Oleh karena itu, pada kesempatan ini izinkan saya menyampaikan materi kultum tentang pentingnya berbakti pada orang SWT mewajibkan setiap anak untuk berbakti kepada orang tuanya. Perintah untuk berbuat baik kepada orang tua tercantum dalam Surat Al Isra ayat 23 yang berbunyiWa qadaa Rabbuka allaa ta'buduu illaaa iyyaahu wa bilwaalidaini ihsaanaa; immaa yablighanna 'indakal kibara ahaduhumaaa aw kilaahumaa falaa taqul lahumaaa uffinw wa laa tanharhumaa wa qullahumaa qawlan "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik." Berbakti kepada orang tua dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti membantu meringankan pekerjaan di rumah, berkomunikasi setiap hari jika anda berada jauh dari orang tua, atau merawat mereka ketika sakit. Janganlah sekali-sekali kita membentak atau menyakiti orang tua kita. Jika ada salah pada orang tua, segeralah meminta maaf. Sekian kultum ini saya sampaikan, kurang dan lebihnya saya mohon maaf. Wassalamualaikum Warrahmatullahi Warrahmatullahi hirobilalamin wabihi nasta'inu wa'alaumuridunya waddin wa'ala alihi wasohbihi wassalim. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji serta syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam. Selawat serta salam kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan kultum tentang menghormarti kedua orang tua. Orang tua telah menjaga dan membesarkan kita sejak kecil. Memberi kehidupan dan pendidikan yang layak bagi kita. Namun terkadang kita seringkali melawan orang tua kita. Berbakti kepada orang tua itu wajib kita lakukan, begitu pula menghormati mereka. Oleh karena itu, marilah kita hormati kedua orang tua kita. Jika ada kesalahan segeralah meminta kultum ini saya sampaikan. Semoga dapat memberi manfaat untuk kita semua. Jika ada kekurangan dalam menyampaikan kultum ini saya mohon Warrahmatullahi artikel 2 Contoh Kultum Singkat tentang Berbakti dan Menghormati Orang Tua. Sumber 2 contoh kultum singkat tentang berbakti dan menghormati orang tua. Semoga bermanfaat.
Normasopan santun sangat penting untuk diterapkan, terutama dalam bermasyarakat, karena norma ini sangat erat kaitannya terhadap masyarakat. Sekali saja ada pelanggaran terhadap norma kesopanan, pelanggar akan mendapat sanksi dari masyarakat, semisal cemoohan. kesopanan merupakan tuntutan dalam kehidupan semua orang dalam kesehari-hari.
Semenjak dilahirkan sampai pada kondisi saat ini, tentu kita tidak bisa lepas dari peran penting orang tua dan guru kita yang telah memberikan berbagai macam pelajaran penting kita semuanya baik sebagai anak atau pun dan ibu kandung kita tentu saja merupakan guru bagi kita semua ketika kita sedang berada di rumah. Adapun guru adalah orang tua kita ketika kita berada di lingkungan sekolah. Dalam agama Islam, seorang anak tentunya harus tahu dan memperhatikan adab atau sopan santunnya kepada orang tua dan guru masing-masing. Hal ini karena mereka yakni, orang tua, dan guru sudah pasti mempunyai peran dan jasa besar terhadap diri kita sebagai seorang sinilah kita akan sedikit belajar tentang bagaimana adab kita sebagai seorang anak atau pun siswa, terhadap orang tua dan guru kita, baik itu ketika di rumah atau pun ketika di Adab Kepada Orang Tua1. Pengertian Adab Kepada Orang TuaSebelumnya mari kita bahas terlebih dahulu apa arti “adab” ini. Kata “adab” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai arti kehalusan, kesopanan, akhlak, atau bisa juga budi pekerti. Lalu siapakah yang dimaksud dengan orang tua itu?. Orang tua adalah bapak laki-laki beserta ibu perempuan yang menjadi perantara adanya diri kita di dunia ini. Seorang ibu perempuan tentu saja melahirkan seorang anak, tidak lepas dari peran seorang ayah laki-laki. Semua manusia tentu dilahirkan melalui perantara keduanya ayah dan ibu , kecuali tiga orang. Yaitu, Nabi Adam as., Hawa istri Nabi Adam as., serta Nabi Isa as. dilahirkan tanpa perantara ayah. Tanpa keduanya ayah dan ibu, tentu saja keberadaan kita tidak akan ada di dunia ini. Demikianlah sunnatullah yang terjadi di alam raya penjelasan tentang arti “adab” dan “orang tua” di atas, maka pengertian dari adab kepada orang tua adalah berperilaku sopan santun dan baik budi pekerti kepada orang tua. Baik itu dalam perkataan ataupun perbuatan kita sehari-hari. 2. Perintah untuk Beradab kepada Orang TuaIslam sebagai agama yang sempurna tentu saja memiliki aturan-aturan umum tentang bagaimana akhlak atau sikap seorang anak terhadap orang tua nya masing-masing. Perintah untuk bersikap sopan santun, dan berakhlak mulia terhadap orang tua ini tentu saja banyak kita dapati dalam kitab al-Qur’an ataupun hadits. Diantaranya adalah sebagai berikut inia. QS. an-Nisaa’ 4 36۞وَٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡٔٗاۖ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنٗا ….. ٣٦ Artinya“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang tuamu ibu - bapak, …. ” QS. an-Nisaa’ 36b. QS. al-Israa’ 17 23-24۞وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنًاۚ إِمَّا يَبۡلُغَنَّ عِندَكَ ٱلۡكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوۡ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفّٖ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلٗا كَرِيمٗا ٢٣ وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرٗا ٢٤ Artinya“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil" QS. al-Israa’ 17 23-24c. Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللهِ، أَيُّ الْأَعْمَالِ أَقْرَبُ إِلَى الْجَنَّةِ؟ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى مَوَاقِيتِهَا» قُلْتُ وَمَاذَا يَا نَبِيَّ اللهِ؟ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ» قُلْتُ وَمَاذَا يَا نَبِيَّ اللهِ؟ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ»ArtinyaDari Abdullah bin Mas’ud dia berkata “ Aku berkata kepada Nabiyyullah saw. "Amal apa saja yang bisa mendekatkan kepada surga?”. Beliau menjawab “Shalat tepat pada waktunya”, “Kemudian apa lagi ?”. Beliau menjawab “ Berbakti kepada orang tua”, Kemudian aku bertanya "Dan apa lagi Nabiyyullah saw.?”. Beliau menjawab “Jihad di dalan Allah swt.” Hadits Riwayat Muslim Dari keterangan hadits di atas, berbakti beradab kepada orang tua menempati urutan yang kedua. Adapun urutan yang pertama adalah menjalankan ibadah shalat menyembah Allah. Hal ini membuktikan bahwa betapa penting dan mulianya akan beradab kepada orang tua tersebut. 3. Macam - Macam Adab kepada Orang TuaJika melihat firman Allah swt. dalam surat al-Israa’ 17 ayat 13 dan 14 di atas, ada berbagai macam bentuk bagaimana adab seorang anak kepada orang tuanya. Antara lain adalah sebagai berikutDilarang untuk berkata “ah” atau “cis” kepada kedua orang tua kita masing-masing. Larangan untuk berkata kasar atau membentak kepada kedua orang tua Ketika berbicara kepada orang tua hendaklah dengan perkataan yang sopan dan santun dan lemah lembutMerendahkan diri di hadapan orang tua ibu-bapak dengan landasan sifat kasih dan sayang. Senantiasa mendoakan kedua orang tua. Sebagaimana berikut ini “Wahai Rabb-ku, kasihanilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah menyayangiku dan mendidikku semenjak aku masih kecil”Belajar dengan giat dan tekun untuk mendapatkan ilmu dan prestasi yang bermanfaat dan gemilang4. Menyimulasikan atau Mengamalkan Adab Kepada Orang TuaMenyimulasikan atau melatih teori mengenai adab kepada orang tua ini dapat kita praktekkan di rumah dan sekolah kita sendiri. Mempraktekkan adab kepada orang tua ini ketika sedang berada di sekolahan dapat dilakukan dengan caraMenjaga nama baik diri kita, dengan menjadi siswa yang baik, tekun dan giat belajar, patuh pada peraturan sekolah. Hal ini sangatlah diperlukan, karena baik buruknya kita menjadi siswa di sekolahan, kita juga membawa-bawa nama baik orang tua terus menerus istiqomah dalam menjaga nama baik diri sendiri dan orang tua. Diantaranya dengan meninggalkan segala sesuatu yang buruk dan tindakan negatif, yang dapat mencemarkan nama baik diri dan orang tua dengan baik tugas sekolah yang diberikan kepada diri kita dengan kemampuan yang dalam berbagai hal sehingga menciptakan situasi dan kondisi yang positif, baik ketika ada di ruah maupun dalam lingkungan Menghayati Adab kepada Orang TuaMenghayati mempunyai arti mengalami secara tidak langsung dan merasakan atau menjiwai sebuah peristiwa atau pun perbuatan yang sedang dilakukan. Menghayati ini tentunya bisa dilakukan sendiri oleh pelakunya secara langsung. Dari sinilah kita perlu berusaha semaksimal-nya untuk memiliki adab kepada orang tua berada di lingkungan sekolah, maka berusaha menjadi siswa yang baik dan berdisiplin dalam mengerjakan tugas. Tentu saja itu masuk dalam kategori pengamalan dari QS. al-Israa’ 17 ayat 13 dan 14 di atas. Sama halnya ketika seorang anak berada di rumahnya..Seorang anak yang memiliki adab kepada kedua orang tua nya, tentu saja dapat merasakan beberapa hal berikut iniMendapatkan ridha dari kedua orang tua nya, karena dengan beradab kepada mereka berdua, hati mereka bisa menjadi bahagia dan ridhanya Allah swt. Ini sebagaimana terdapat pada sebuah hadits Nabi saw. yang berbunyi “ Ridhanya Allah terletak pada ridhanya kedua orang tua”Dengan adanya sebuah penghayatan, bisa mendekatkan hubungan batin antara anak dan orang tua, dan menentramkan hubungan doa dan dukungan yang positif dari kedua orang tua yang senantiasa mengerjakannya dengan tulus dan ikhlas Adab Kepada Guru1. Pengertian GuruDalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “guru” ini mempunyai arti “orang yang mempunyai pekerjaan mengajar”. Mengajar di sini maksudnya melatih, mendidik, dan memberikan suatu pelajaran tertentu. Misalnya saja orang yang memberikan pelajaran, latihan, mata pelajaran matematika, maka orang tersebut mempunyai status guru matematika. Begitu pula dengan orang-orang lain baik di sekolahan, yayasan, lembaga, dll. yang bertugas memberikan pelajaran-pelajaran tertentu lainnya, sesuai dengan bidangnya masing-masing. Maka orang tersebut juga disebut dengan guru. Misalnya saja guru IPA, guru IPS, guru agama , dan lain memahami arti guru di atas, maka sesama teman pun bisa menjadi guru kepada teman yang lainnya. Selama teman tersebut mampu menguasai materi yang menjadi favoritnya. Dalam kehidupan bermasyarakat, orang tua yang pandai dan cakap tentu menjadi guru bagi mereka yang masih dalam perkembangan zaman atau pun ilmu pengetahuan yang baru komputer misalnya . Generasi muda tentu saja lebih menguasai dan terampil, dan bisa menjadi guru dan mengajarkan ilmu pengetahuan yang baru tersebut kepada mereka yang umurnya lebih tidak memandang umur baik muda atau pun tua. Menjadi seorang guru haruslah mengetahui dan mendalami ilmu yang diajarkannya. Selain itu, juga harus mampu mendidik, melatih, juga harus mampu memberikan contoh yang baik bagi siapa saja yang ada di sekitarnya, khususnya kepada para siswa-siswanya. Karena guru tidak lain adalah orang tua kita ketika kita berada di Adab Kepada GuruMurid sebagai anak yang sedang bersekolah atau belajar. Tentu sangat membutuhkan peran guru. Guru sangatlah besar jasa dan pengorbanan-nya, oleh karena itu sudah sepantasnya jika guru mempunyai sebutan yang kita kenal dengan pahlawan tanpa tanda jasa. Dari sinilah seorang murid atau pun siswa, harus mempunyai adab atau tatakrama yang baik kepada murid atau siswa sadar akan adab kepada gurunya, tentu harus diberlakukan kepada semua guru. Artinya, baik guru-guru itu masih aktif mengajar atau guru-gurunya yang sudah pensiun karena faktor usia. Juga terhadap guru-gurunya terdahulu atau guru-gurunya saat kepada guru ini antara lain, yaituMematuhi dan mentaati perintah-perintah guru yang baik dan benar, secara tulus dan ikhlas. Tentunya ini untuk kebaikan murid itu dan santun kepada guru, baik perkataan dan semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik, sehingga tidak mengecewakan hati nama baik guru, baik di lingkungan sekolah ataupun ketika sedang berada di dengan baik dan benar materi ataupun pelajaran yang disampaikan oleh senyum terhadap guru dengan bermaksud untuk berpapasan, berusaha untuk menyapa gurunya terlebih dahulu sebelum disapa oleh gurunya 3. Menyimulasikan atau Mengamalkan Adab Kepada GuruMenyimulasikan atau mengamalkan adab kepada guru ini tidak hanya di sekolah saja, tetapi juga harus dilakukan pula ketika kita sedang berada luar sekolah. Adapun simulasi dari adab kepada guru ini antara lain adalah sebagai berikutPada suatu hari ketika Hasan siswa kelas 8 pulang ke rumah membonceng saudaranya, tiba-tiba di jalan ia melihat guru matematika-nya menuntun kendaraannya karena bocor. Kemudian ia meminta kepada saudaranya untuk berhenti sebentar. Kemudian Hasan pun turun, dan menyuruh saudaranya untuk pulang lebih dahulu, karena jarak rumahnya sudah tidak terlalu jauh itu Hasan pun menyapa guru Matematika-nya tersebut dan meminta kendaraan gurunya untuk dituntun sampai tempat tambal ban saat ketika guru bahasa Indonesia sedang menuliskan materi di papan tulis, spidol yang digunakan untuk menulis di papan tulis tintanya habis. Guru tersebut meminta salah seorang siswanya untuk mengambilkan spidol yang ada di ruang guru. Lalu dengan cekatan Ratih pun meminta izin untuk mengambilnya. Ratih pun diberikan izin guru bahasa Indonesia nya untuk mengambilkan spidol adalah salah satu mahasiswa di perguruan tinggi ternama. Suatu saat ketika ia pergi ke salah satu tempat pariwisata, Fahmi bertemu dengan salah seorang guru SMP yang telah mengajarnya dulu. Fahmi pun mendekati gurunya tersebut, dan memberikan salam dan menjabat tangannya dengan penuh sikap hormat 4. Menghayati Adab Kepada GuruMenghayati adab kepada guru tidaklah jauh berbeda dengan menghayati adab kepada orang tua yang telah dijelaskan lebih dahulu di atas. Menghayati adab kepada guru ini sangatlah penting, karena ketika kita tidak menghayati adab kepada guru, tentu akan terjadi hal-hal negatif yang sangat bertolak belakang dengan sopan santun kita terhadap mereka para guru-guru kitaKetika kita sebagai murid mampu menghayati adab kepada guru, setidak-tidaknya kita bisa merasakan beberapa hal berikut iniAdanya hubungan batin yang dekat antara murid dan guruDengan kedekatan hubungan batin ini akan memberikan kemudahan dalam menerima materi pelajaran yang diberikan oleh guru kepada muridnyaMembuat hati kita menjadi senang dan bahagia akan materi pelajaran yang disampaikan oleh guruTujuan pembelajaran yang diberikan oleh guru dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkanC. RangkumanDari penjelasan mengenai adab kepada orang tua dan guru di atas, adalahAdab kepada orang tua berarti sopan santun, akhlak, budi pekerti kepada kedua orang tua ayah dan ibu. Adab ini tidak hanya berlaku kepada orang tua saja tetapi juga kepada guru-guru adab kepada orang tua dan guru adalah wajib hukumnyaAdab kepada orang tua antara lain adalah tidak berkata ah’ kepada keduanya, tidak berbuat dan berkata kasar, rendah diri di hadapan keduanya, mendoakannya baik ketika masih hidup ataupun sudah meninggal dunia, dan lain-lainnyaSebutan guru adalah bagi siapa saja yang mampu memberikan pengertian, pembelajaran, pelatihan, atau suatu arahan dari suatu hal. Seorang teman atau pun saudara juga bisa menjadi guru dalam hal kepada guru antara lain adalah mematuhi dan menaati nasihat-nasihatnya secara ikhlas, senantiasa hormat dan bersikap sopan dan santun baik perkataan atau perbuatan, menjaga nama baiknya dan tidak menceritakan kekurangannya terhadap orang penjelasan perihal adab mengenai orang tua dan guru. Semoga kita semua bisa mengerti, paham, dan bisa mengamalkannya dalam keseharian kita semuanya baik di sekolah atau pun di rumah. Sehingga bisa menjadi pengamalan dari ayat al-Qur’an dan hadits yang tercantum di Ibrahim dan H. Darsono, Membangun Akidah dan Akhlak 2 untuk Kelas VIII Madrasah Tsananwiyah, Solo PT. Tiga Serangkai, Qur’an in v. Kamus Besar Bahasa Indonesia v. Abdul WahidBacaan lain10 Adab Makan dan Minum Dalam Islam Beserta FungsinyaAdab dan Tata Cara Menyembelih Hewan Dalam Agama IslamAdanya Kehidupan Setelah Hari Akhir
kramadan sopan santun kepada sesama maupun orang yang lebih tua. Budi pekerti akan melekat pada setiap pribadi seseorang yang kemudian akan menjadi ciri khas pribadinya. Oleh karena itu budi pekerti sangat penting ditumbuhkan sejak dini oleh orang tua dan guru melalui pendidikan di sekolah agar menjadi generasi yang
santunpeserta didik, serta respon peserta didik terhadap pembinaan sopan santun yang dilakukan guru melalui pembelajaran PKn. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara secara mendalam dan dokumentasi (artipak). Obyek penelitian adalah kegiatan pembelajaran

Pelajaran11 ramah dan sopan santun kepada orang tua dan guru from ikiepha. Diposting oleh Unknown di 16.53. Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Bagikan ke Pinterest. Tidak ada komentar: Posting Komentar. Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda. Langganan: Posting Komentar (Atom)

Adapunkode etik terhadap guru meliputi : Ibn jama'ah menyusun kode etik yaitu: 1. Murid harus mengikuti guru yang dikenal baik akhlak, tinggi ilmu dan keahlian, berwibawa, santun dan penyayang. Ia tidak mengikuti guru yang tinggi ilmunya tetapi tidak saleh, tidak waras, atau tercela akhlaknya. 2. .
  • jlf4c4lann.pages.dev/816
  • jlf4c4lann.pages.dev/534
  • jlf4c4lann.pages.dev/554
  • jlf4c4lann.pages.dev/636
  • jlf4c4lann.pages.dev/319
  • jlf4c4lann.pages.dev/735
  • jlf4c4lann.pages.dev/276
  • jlf4c4lann.pages.dev/356
  • jlf4c4lann.pages.dev/533
  • jlf4c4lann.pages.dev/512
  • jlf4c4lann.pages.dev/478
  • jlf4c4lann.pages.dev/886
  • jlf4c4lann.pages.dev/198
  • jlf4c4lann.pages.dev/763
  • jlf4c4lann.pages.dev/743
  • ceramah sopan santun terhadap orang tua dan guru