Gerakanmemutar lengan pada latihan peregangan dinamis - 30634118 ansyepalandeng ansyepalandeng 30.07.2020 Penjaskes Sekolah Dasar terjawab Gerakan memutar lengan pada latihan peregangan dinamis berporos pada a. sendi bahu b. pinggul c. sendi leher d. sendi dengkul- 1 Lihat jawaban - Peregangan dinamis adalah berbagai macam gerakan aktif yang melibatkan sendi dan otot. Umumnya, jenis peregangan ini dilakukan sebagai pemanasan sebelum latihan, sehingga membantu menghangatkan tubuh dan membantu otot-otot Anda siap bekerja. Jenis peregangan ini dapat meniru gerakan latihan yang akan Anda lakukan, misalnya seorang perenang mungkin melingkari lengannya sebelum masuk ke air. Berikut disajikan 8 contoh peregangan dinamis yang dapat Anda lakukan, manfaat, dan keamanannya. Peregangan dinamis untuk pemanasan Berikut contoh peregangan dinamis untuk pemanasan sebelum berolahraga Hip circles Sumber Healthline Cara melakukan Berdiri dengan satu kaki, letakkan tangan di pinggang. Jika perlu, pegangan pada meja atau dinding untuk menopang tubuh. Ayunkan kaki yang lain ke samping membentuk lingkaran kecil. Lakukan sebanyak 20 lingkaran, lalu ganti kaki. Lunge with a twist Sumber Healthline Cara melakukan Terjang ke depan dengan kaki kanan, jaga lutut tepat di atas pergelangan kaki dan jangan memanjangkannya melebihi pergelangan kaki. Raih kepala dengan tangan kiri dan tekuk tubuh ke kanan. Kemudian, bawa kaki kanan ke belakang untuk kembali ke posisi semula. Lakukan hal yang sama pada kaki kiri. Ulangi sebanyak 5 kali pada setiap kaki. Arm circles Sumber Healthline Cara melakukan Berdiri dengan kaki selebar bahu dan rentangkan tangan ke samping sejajar bahu. Ayunkan lengan membentuk lingkaran kecil hingga yang lebih besar. Lakukan sebanyak 20 lingkaran. Balikkan arah lingkaran dan lakukan 20 gerakan lagi. Squat Sumber Medical News Today Cara melakukan Berdiri dengan kaki terbuka selebar pinggul. Turunkan tubuh perlahan ke posisi jongkok. Pastikan lutut tidak melewati jari kaki. Peras otot glutes bokong saat Anda kembali ke posisi berdiri. Ulangi gerakan sebanyak 10 kali. Peregangan dinamis untuk pelari Seorang pelari juga dapat mengambil manfaat dari peregangan dinamis sebagai pemanasan. Berikut beberapa contoh peregangan yang direkomendasikan untuk pelari Walking lunges Sumber Medical News Today Cara melakukan Dari posisi berdiri, langkahkan kaki ke depan dengan satu kaki, dan pastikan lutut tidak melewati pergelangan kaki. Kemudian, melangkah ke depan untuk kembali ke posisi berdiri. Ulangi dengan kaki yang berlawanan. Ulangi sebanyak 5 kali di setiap sisi. High knees Sumber Medical News Today Cara melakukan Berdiri tegak dan angkat satu lutut ke arah dada secara perlahan. Kembali ke posisi awal, dan lakukan hal yang sama pada lutut lainnya. Lakukan sebanyak 20 pengulangan di setiap sisi. Large arm circles Sumber Healthline Cara melakukan Berdiri tegak dengan tangan terentang ke samping. Ayunkan lengan seolah membuat lingkaran besar. Lakukan 5-10 repetisi dengan lengan terayun ke depan. Ulangi dengan mengayunkan lengan ke belakang. Leg pendulum Sumber Healthline Cara melakukan Berdiri tegak dengan tangan di pinggang. Anda dapat berpegangan pada dinding jika diperlukan. Ayunkan satu kaki ke depan dan ke belakang sambil menyeimbangkan kaki lainnya. Lakukan sebanyak 5-10 kali. Ulangi pada kaki lainnya. Jog to quad stretch Sumber Healthline Cara melakukan Mulai dengan posisi jogging di tempat selama 2-3 detik. Jangkau di belakang dengan satu kaki untuk meregangkan quad. Tahan selama 2-3 detik. Kemudian, jogging lagi selama 2-3 detik. Ulangi peregangan pada kaki lainnya dan lakukan sebanyak 5-10 kali pada setiap kaki. Peregangan dinamis untuk tubuh bagian atas Peregangan dinamis juga efektif meningkatkan performa Anda sebelum melatih tubuh bagian atas, seperti angkat besi. Berikut contoh peregangan dinamisnya Arm swings Sumber Healthline Cara melakukan Berdiri ke depan dengan tangan terentang setinggi bahu di depan Anda, telapak tangan menghadap ke bawah. Berjalan ke depan saat Anda mengayunkan kedua lengan ke kanan, dengan lengan kiri mencapai di depan dada dan lengan kanan menjangkau ke samping. Pastikan tubuh tetap menghadap lurus dan hanya memutar sendi bahu. Balikkan arah ayunan ke sisi yang berlawanan saat Anda terus berjalan. Ulangi 5 kali di setiap sisi. Spinal rotations Sumber Healthline Cara melakukan Berdiri dengan kaki selebar bahu dan angkat kedua lengan ke sisi yang sama setinggi bahu. Jaga agar tubuh tetap diam dan perlahan putar tubuh Anda dari kanan ke kiri. Ulangi gerakan 5-10 kali. Cat-cow Sumber Medical News Today Cara melakukan Ambil posisi merangkak dengan tangan tepat di bawah bahu. Pastikan bagian belakang tubuh rata. Kemudian, lengkungkan punggung dan turunkan kepala, seperti kucing. Tahan selama 10 detik, lalu perlahan tarik dan hembuskan. Selanjutnya, pindah ke posisi sapi dengan menurunkan perut dan mengangkat kepala. Tahan pose ini selama 10 detik. Lakukan pose kucing ke sapi ini secara bergantian 4 kali. Manfaat peregangan dinamis Selama beberapa dekade, peregangan statis adalah jenis pemanasan yang paling populer untuk atlet. Namun, belakangan ini peregangan dinamis juga populer, karena menawarkan banyak manfaat, di antaranya Mengaktifkan otot yang akan digunakan selama latihan. Meningkatkan jangkauan atau rentang gerak. Meningkatkan kesadaran tubuh sebelum berolahraga. Meningkatkan fleksibilitas. Beberapa contoh kelompok yang mendapat manfaat dari peregangan dinamis, meliputi Sebelum olahraga atau atletik bermanfaat bagi atlet yang akan berlari atau melompat, termasuk pemain bola basket, pemain sepak bola, dan pelari cepat. Sebelum angkat besi membantu kekuatan ekstensi kaki dan meningkatkan kinerja. Sebelum latihan kardiovaskular membuat otot menjadi hangat dan siap untuk bekerja. Ini dapat meningkatkan kinerja dan mengurangi risiko cedera. Bisakah peregangan dinamis untuk pendinginan? Seperti yang telah disebutkan, peregangan dinamis berperan penting sebagai pemanasan sebelum latihan. Namun, ini tidak perlu dilakukan sebagai pendinginan. Pada dasarnya, peregangan dinamis meningkatkan suhu inti Anda. Sementara pendinginan, tujuannya adalah menurunkan suhu tubuh Anda. Untuk alternatifnya, Anda dapat melakukan peregangan statis, seperti peregangan paha depan, peregangan kobra, atau peregangan hamstring sebagai bagian dari gerakan pendinginan Anda. Apakah ini aman? Selama Anda tidak melakukannya saat terluka atau cedera, ini aman. Namun, jika Anda mengalami luka atau cedera, lakukan peregangan yang sesuai dengan rekomendasi dokter atau ahli terapi fisik Anda. Orang dewasa di atas 65 tahun juga harus berhati-hati melakukan peregangan dinamis, mungkin peregangan statis akan lebih bermanfaat. Cobalah tambahkan beberapa peregangan dinamis ini ke dalam pemanasan Anda. Ini akan membuat tubuh Anda jauh lebih berenergi, fleksibel, dan siap untuk melakukan berbagai latihan inti. Selamat berlatih! - Related Article - Referensi Greatist 2019. Try This 5-Minute Dynamic Stretching Routine to Prep for Any Workout. Healthline 2019. The Benefits of Dynamic Stretching and How to Get Started. Insider 2021. 9 of The Best Dynamic Stretches to Warm Up With Before A Workout, According to Exercise Experts. KidsHealth. Dynamic Stretching. Medical News Today 2021. What is Dynamic Stretching and How to Do It. Runners World 2021. Why Dynamic Stretching Is Important—Plus 5 Moves to Do Before Every Run. Dengangerakan memutar lengan ke belakang lurus pada saat lengan tepat sejajar. Dengan gerakan memutar lengan ke belakang lurus pada. School SMB Quaid-e-Azam Degree College; Course Title SQQM 1013; Uploaded By DeanRaven1165. Pages 207 This preview shows page 162 - 166 out of 207 pages.

Kelenturan flexibility adalah luas gerak persendian atau kemampuan seseorang untuk menggerakkan anggota badan pada luas gerak tertentu pada suatu persendian. Kelenturan dapat ditingkatkan dengan bentuk aktivitas pembelajaran mengayun, memutar, dan memantul-mantulkan atau menggerakgerakan anggota tubuh. Kelenturan memiliki fungsi yang sangat penting terhadap otot-otot dan persendian kita. Karena dengan lentur menjadikan gerakan kita lebih efektif dan yang terpenting otot kita tidak mudah cedera. A. Manfaat Latihan Kelenturan Kelenturan adalah keleluasaan atau kemudahan gerakan, terutama pada otot-otot persendian. aktivitas pembelajaran kelenturan atau fleksibilitas bertujuan agar otot-otot pada sendi tidak kaku dan dapat bergerak dengan leluasa, tanpa ada gangguan yang berarti. Bentuk gerakan pada aktivitas pembelajaran kelenturan, tentunya harus disesuaikan dengan sifat dan bentuk dari gerak persendian tersebut. B. Bentuk-Bentuk Latihan Kelenturan Latihan kelenturan adalah senam ketangkasan dasar-dasar yang didahului dengan latihan pemanasan warming-up. Bentuk-bentuk Latihan kelenturan ada dua bentuk, yaitu peregangan dinamis dan peregangan statis. Bentuk-bentuk latihan kelenturan adalah sebagai berikut 1 Peregangan Dinamis Peregangan dinamis adalah gerakan peregangan yang dilakukan dengan melibatkan otot-otot dan persendian, gerakan peregangan ini dilakukan secara perlahan dan terkontrol dengan pangkal gerakannya adalah pangkal persendian. Bentuk-bentuk latihan peregangan dinamis adalah sebagai berikut Latihan kelenturan otot lengan dan bahu. Cara melakukan adalah dengan berdiri tegak kaki dibuka selebar bahu, kedua tangan direntangkan ke samping. Putarlah kedua lengan dengan putaran kecil sampai keputaran besar dan dari putaran pelan sampai putaran cepat, dengan arah putaran ke depan dilanjutkan putaran ke belakang. Tujuannya untuk melatih kelenturan persendian dan otot bahu. Latihan kelenturan otot leher. Cara melakukan adalah dengan berdiri tegak kaki dibuka selebar bahu, kedua tangan di pinggang, gerakan kepala ke bawah dan ke atas, tengokan kepala ke samping kanan dan samping kiri, dilanjutkan dengan miringkan kepala ke kanan dan ke kiri, masing-masing gerakan 2 x 8 hitungan. Tujuannya untuk melatih kelenturan persendian dan otot leher. catatan gerakan dilakukan tanpa hentakan agar tidak merusak ujung otot dan persendian. Latihan kelenturan otot pinggang. Cara melakukan adalah dengan berdiri tegak kaki rapat, dan kedua tangan lurus di atas kepala. gerakan kedua lengan kebawah dengan poros pinggul hingga lengan menyentuh lantai dilanjutkan dengan mengangkat kedua lengan ke atas belakang tubuh. Gerakan ini dilakukan masing-masing 2 x 8 hitungan. Tujuannya untuk melatih kelenturan sendi dan otot pinggul. Latihan kelenturan otot tungkai. Cara melakukan Mula – mula berdiri tegak, kemudian letakkan salah satu kaki berada di depan dan kaki yang lain di belakang di mana lutut kaki depan ditekuk. Kedua telapak tangan menapak / bertumpu di lantai, sejajar dengan kaki depan. Kemudian renggut – renggutkan pinggul ke bawah berulang – ulang dengan menggunakan pergantian posisis kaki. Gerakan ini dilakukan ke depan dan belakang 2 8 hitungan. Tujuan mengutakan persendian lutut. Sasaran peregangan dinamis adalah untuk memelihara dan meningkatkan kelentukan persendian, tendon, ligament dan otot. 2 Peregangan Statis Peregangan statis adalah gerakan peregangan pada otot-otot yang dilakukan perlahan-lahan hingga terjadi ketegangan dan mencapai rasa nyeri atau rasa tidak nyaman pada otot tersebut. Untuk selanjutnya posisi pada rasa tidak nyaman tersebut dipertahankan untuk beberapa saat. Adapun lama waktu menahan posisi tidak nyaman tersebut 20-25 detik. Bentuk-bentuk Latihan peregangan statis adalah sebagai berikut Latihan kelenturan otot bahu. Cara melakukan Silangkan kedua lengan di depan tubuh selama tiga puluh detik. Letakkan siku kanan di belakang kepala dan gunakan tangan kiri sebagai penopang regangan selama tiga detik. Letakkan satu tangan di atas kepala dan di belakang punggung, kemudian coba dipertemukan kedua tangan itu. Tujuannya untuk melatih kelenturan persendian dan otot bahu. Latihan kelenturan otot leher. Tujuannya adalah melemaskan persendian otot leher. Cara melakukan Berdiri tegak, dengan kedua tangan di pinggang, pandangan ke depan. Kemudian miringkan leher ke kiri dan ke kanan dengan hitungan 2x; kanan dan kiri. Lanjutkan dengan gerakan leher ke bawah dan ke depan dengan hitungan 2x; kanan dan kiri. Latihan kelenturan otot pinggang. Tujuannya adalah melemaskan persendian otot pinggang. Latihan meliukkan badan dapat dilakukan dengan cara Berdiri dengan posisi kaki terbuka selebar bahu, lutut lurus, pandangan ke arah depan. Kedua tangan diluruskan ke atas menjepit telinga. Liukkan badan ke samping kiri, pandangan dan dada menghadap ke depan, pertahankan sampai hitungan sepuluh. Setelah itu, kembali tegak, liukkan kembali ke arah kanan, posisi dada dan pandangan mata menghadap ke depan. Latihan ini dapat dilakukan dengan kaki rapat maupun terbuka. Latihan kelenturan tungkai. Cara melakukan Berdiri tegak, letakkan salah satu kaki di depan lalu bengkokan kaki ke belakang lurus, tangan menyentuh lantai, tahan 8 hitungan. Balik badan, kaki yang tadinya lurus gentian ditekuk, tahan 8 hitungan. Tujuan melatih kelenturan otot – otot sendi lutut. Latihan kelenturan punggung. Cara melakukan Berdiri tegak, kedua kaki rapat lurus, bungkukkanb badan hingga tangan menyentuh lantai, tahan 8 hitungan. Berdiri tegak, kedua kaki rapat lurus, bungkukkan badan tangan memegang pergelangan kaki, cium lutut, tahan 8 hitungan. Tujuan melatih kelenturan otot – otot punggung. Sasaran peregangan statis adalah untuk meningkatkan dan memelihara kelenturan elastisitas otot yang direngangkan. C. Perbedaan Peregangan Statis dan Dinamis Perbedaan antara peregangan statis dan dinamis, terutama pada saat melakukan gerakanny dan sasaran yang dikenai dalam latihan. Gerakan pada peregangan statis setelah mencapai rasa nyeri tidak nyaman dipertahankan dalam beberapa waktu, sedangkan pada peregangan dinamis adalah sebaliknya. Yaitu diregang-regangkan sacara aktif seluas ruang gerak persendian yang dilatihkan. Sasaran pada peregangan statis adalah kelenturan elastisitas otot, sedangkan peregangan dinamis adalah kelentukan persendian.

RequestPDF | On Sep 28, 2020, Heru Purnomo and others published Pengaruh Latihan Peregangan Kaki Terhadap Pengisian Kapiler Pada Penderita Luka Ulkus Diabetes | Find, read and cite all the
Ergonomics problems experienced by workers at quality control and screen printing department at Adhi Fashion garment industry are the use of muscle power, work posture, and work time that still not in accordance to ergonomic principle. The workers carry out static and monotonous work for a long time and got 60 minutes pause per day for 6 working days. They were observed often take disguised pause while doing their jobs. They had musculoskeletal disorder with moderate to high scale complaints and low to moderate workload. There are exercises they can do by applicating of dynamic stretching exercise and active rest that can affect whole body muscles as an efforts to improve work posture and minimize taking of disguised pause. This study used treatment by subject design. The number of samples were 13 respondents consist of 8 workers from the quality control and 5 workers from the screen printing. At Period 1 the subject was working without intervention and Period 2 was working with intervention by applicating dynamic stretching exercise and active rest. The musculoskeletal disorder measured by the Nordic Body Map on Period 1 and Period 2. The normality of the data are tested using the Shapiro-Wilk Test. The intervention effect are tested using Paired-Sample T Test and Wilcoxon Sigend-Rank Test. Dynamic stretching exercise and active rest significantly affected to musculoskeletal complaints p0,05 yang berarti data berdistribusi normal. Sementara data selisih keluhan musculoskeletal pada Periode satu maupun Periode dua didapatkan nilai p ...The ergonomics problem related to the casual laborers which here focus on rock breakers as their job, covers some aspects such as their muscle usage, working hours, postures, tools and environments. The ergonomics problem created health problems where the workers are having Carpal Tunnel Syndrome CTS and fatigue. This study intends to prove that exercising nerve-tendon mobilization and short break through ergonomics approach will be able to reduce the volume CTS complaints and the fatigue of the rock breakers. This study involves 7 samples from the controlling group and 7 samples from the intervention group. The CTS complaints are measured by using Symptom Severity Scale SSS from Boston Carpal Tunnel Questionnaire BCTQ and the fatigue was surveyed through 30 questionnaires from Item of Rating Scale of Industrial Fatigue Research Committee IFRC. The Data were analyzed by applying Statistical Package for the Social Science SPSS software. The goals of this study is to give nerve-tendon mobilization exercise and short break through ergonomics approach related to the problem of muscle usage, working hours, postures, tools and environments would lessen the CTS complaints about 12,71% while the fatigue level in the amount of 5,69% that has been experienced by the rock breakers. Dian Afif ArifahAni Asriani BasriX bakery has 51 workers and produces approximately pieces of bread in a day for nine working hours. Most of the production activities are manually handled and only. The low-level musculoskeletal pain reported by 92% of packaging workers. This study aims to analyze the effectiveness and ideal duration of stretching exercise in reducing musculoskeletal disorders MSDs among workers. Using quasi-experimental design, 51 workers involved as respondents who were asked to do a simple stretching exercise in specific duration, five days a week in at least 4 weeks. The MSDs score were measured using the nordic body map NBM questionnaire. Intervention divided into 4 categories based on the duration. There is lower level of musculoskeletal pain among all exercise group in average, but comparison test doesn’t show a significant difference compared to control group p-value= The group with 15 minutes exercise is the only group that significantly difference compared with the control group p-value= The workers with 15 minutes stretching exercise, five days a week tend to have % lower level of musculoskeletal pain compared to the control group. Another type of exercise and various durations might be needed as comparison to obtain more representative Kiran KumarNeelima RathanSreevalli MohanEswar Ravi Vara PrasadSince the number of dental patients is increasing day by day dentists are forced to spend longer times in dental chairs. This is increasing the prevalence of musculoskeletal disorders in dentists. This article reviews the mechanisms causing musculoskeletal disorders among dentists and also covers the exercises that can be done to prevent them. Exercises that increase the fitness of a dentist are divided into aerobic exercises – concentrating on total body fitness, stretching exercises – that concentrate on the muscles that tend to tighten in prolonged dental postures and strengthening exercises – that concentrate on the muscles that are opposite to the tight muscles. These exercises are made simple and of minimal intensity so that a dentist can practice them Valachi Keith ValachiBackground. The authors reviewed studies to identify methods for dental operators to use to prevent the development of musculoskeletal disorders or MSDs. Types of Studies Reviewed. The authors reviewed studies that related to the prevention of MSDs among dental operators. Some studies investigated the relationship between the biomechanics of seated working postures and physiological damage or pain. Other studies suggested that repeated unidirectional twisting of the trunk can lead to low back pain, while yet other studies examined the detrimental effects of working in one position for prolonged periods. Additional studies confirmed the roles that operators' flexibility and core strength can play in balanced musculoskeletal health and the need for operators to know how to properly adjust ergonomic equipment. Results. This review indicates that strategies to prevent the multifactorial problem of dental operators' developing MSDs exist. These strategies address deficiencies in operator position, posture, flexibility, strength and ergonomics. Education and additional research are needed to promote an understanding of the complexity of the problem and to address the problem's multifactorial nature. Clinical Implications. A comprehensive approach to address the problem of MSDs in dentistry represents a paradigm shift in how operators work. New educational models that incorporate a multifactorial approach can be developed to help dental operators manage and prevent MSDs Kelelahan Dan Keluhan Muskuloskeletal Pada Penjahit Di Kota Denpasar Provinsi BaliF RozanaIp G Dan AdiatmikaRozana, F. dan Adiatmika 2014. Tingkat Kelelahan Dan Keluhan Muskuloskeletal Pada Penjahit Di Kota Denpasar Provinsi Bali. Denpasar Fakultas Kedokteran Universitas Muskuloskeletal pada Leher Pekerja dengan Posisi Pekerjaan yang StatisD SamaraSamara, D. 2007. Nyeri Muskuloskeletal pada Leher Pekerja dengan Posisi Pekerjaan yang Statis. Universa Medicina, Vol. 263 Industri Dasar-dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat KerjaTarwakaTarwaka. 2011. Ergonomi Industri Dasar-dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja. Surakarta Uniba Press.
Terang- Kanan b. Gelap - Kanan c. Terang - Kiri d. Terang - Kanan e. Bebas 103. Salto adalah suatu gerakan atau bentuk latihan yang merupakan gerakan.. a. Guling di udara b. Loncat di udara c. Memutarkan badan d. Mengombinasikan beberapa gerakan e. Akrobatik yang sukar dilakukan 104. Kegunaan: Diperuntukkan bagi anak yang mengalami kelainan atau gangguan keseimbangan, tuna daksa, tuna grahita dan tuna rungu. Fungsi : • Untuk melatih keseimbangan dalam berdiri. • Pengenalan tinggi rendah. • Melatih keberanian dan percaya diri. • Melatih koordinasi mata, kaki dan koordinasi ruang. 4.
A Pengertian olahraga tradisional. Permainan tradisional merupakan segala bentuk permainan yang telah ada sejak zaman dahulu dan diwariskan secara turun-tenurun dari generasi ke generasi. Pada umumnya, permainan tradisional sangat susah untuk dicari dari mana asal muasalnya, maupun mengenai siapa penciptanya.
Setelahmenyelesaikan latihan aerobik, melakukan peregangan akan membantu meningkatkan kelentukan dan juga membantu sirkulasi darah ke jantung. Sedangkan perbedaannya terletak pada gerakan lengan. Gerakan lengan : · Pada renang gaya bebas terdapat 3 macam gerakan lengan, yaitu gerakan menarik (pull), mendorong (push), dan istirahat Selanjutnyamelakukan gerakan memutar lengan kiri dan kanan secara bergantian. Lakukan putaran ke dalam dan ke luar, masing-masing selama 30 detik. Hitung satu sampai delapan. Hal ini untuk mempersiapkan otot lengan supaya tidak kaku dalam berolahraga, terutama olahraga yang membutuhkan kekuatan tangan seperti volli dan basket 3. Teknikgerakan lengan pada renang gaya bebas : Siku tinggi (di atas air dan di air) Telapak tangan rendah saat di atas air Pergelangan tangan ke dalam saat memulai Tarikan lengan terpusat pada alur pola gerak Ibu jari menyentuh paha Pola gerakan lengan adalah pola gerakan huruf "s" Ada dorongan kelajuan Bentuk - bentuk latihan gerak .
  • jlf4c4lann.pages.dev/583
  • jlf4c4lann.pages.dev/687
  • jlf4c4lann.pages.dev/347
  • jlf4c4lann.pages.dev/932
  • jlf4c4lann.pages.dev/96
  • jlf4c4lann.pages.dev/790
  • jlf4c4lann.pages.dev/945
  • jlf4c4lann.pages.dev/210
  • jlf4c4lann.pages.dev/670
  • jlf4c4lann.pages.dev/148
  • jlf4c4lann.pages.dev/683
  • jlf4c4lann.pages.dev/820
  • jlf4c4lann.pages.dev/124
  • jlf4c4lann.pages.dev/268
  • jlf4c4lann.pages.dev/392
  • gerakan memutar lengan pada latihan peregangan dinamis berporos pada