AlBaqarah: 155, 156) Demikianlah kumpulan ayat Al Quran tentang akhlak lengkap bahasa arab dan artinya. Insyaallah dengan melihat firman ALLAH SWT mengenai akhlak dan moral diatas, mampu menjadikan perilaku dan akhlak kita menjadi lebih baik dan terpuji diantara sesama manusia, serta kepada ALLAH SWT dan Rasulnya. Wallahu a'lam.
Hadits Tentang Akhlak Tercela عن أبي بَكْرَةَ- رضي الله عنه – عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال أَلا أُنَبِّئُكم بِأَكْبَرِ الْكَبَائِر؟»- ثَلاثا- قُلْنَا بَلى يا رسول الله، قَالَ الإِشْرَاكُ بِالله وَعُقُوقُ الوالدين، وكان مُتَّكِئاً فَجَلس، وَقَال ألا وَقَوْلُ الزور، وَشهَادَةُ الزُّور» فَما زال يُكَرِّرُها حتى قُلنَا لَيْتَه سَكَت[صحيح] – [متفق عليه] Abu Bakrah -raḍiyallāhu anhu- meriwayatkan dari Nabi – ṣallallāhu alaihi wa sallam-, bahwa beliau bersabda, “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang dosa-dosa besar yang paling besar?” Beliau mengulanginya hingga tiga kali. Kami menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah!” Beliau bersabda, “Yaitu menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” Beliau pada waktu itu bersandar, lalu duduk kemudian meneruskan sabdanya, “Ingatlah juga perkataan palsu dan kesaksian palsu.” Beliau terus-menerus mengulanginya sampai kami berkata, “Andai saja beliau diam berhenti.” [Hadis sahih – Muttafaq alaih] Uraian Hadits Rasulullah -ṣallallāhu alaihi wa sallam- bersabda kepada para sahabatnya, “Maukah aku beritahukan kepada kalian, yakni, aku kabarkan kepada kalian mengenai dosa-dosa besar yang paling besar. “ Lantas beliau menyebutkan tiga dosa tersebut. Pertama, menyekutukan Allah, yaitu pelanggaran terhadap kedudukan ulūhiyyah keilahian-Nya, merampas hak Allah -Subhānahu wa Ta’ālā-, dan menyerahkannya kepada yang tidak pantas mendapatkannya dari kalangan makhluk yang lemah. Kedua, durhaka kepada kedua orang tua yang merupakan dosa yang keji karena merupakan tindakan membalas kebaikan dengan keburukan kepada manusia yang paling dekat. Ketiga, kesaksian palsu yang bersifat umum bagi setiap ucapan palsu dan dusta yang bertujuan menzalimi orang lain dengan mengambil hartanya, menodai kehormatannya, atau selain itu. Faidah Hadits Faedah Di antara pelajaran dari hadis ini yaitu menyampaikan hukum-hukum syariat dengan metode tawaran, “Maukah kalian aku kabari?” Kesyirikan kepada Allah adalah dosa paling besar karena Nabi -ṣallallāhu alaihi wa sallam- meletakkannya di bagian paling pertama dan paling besar di antara deretan dosa-dosa besar. Hal ini dipertegas oleh firman Allah -Ta’ālā-, “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni perbuatan syirik kepada-Nya dan akan mengampuni yang lainnya bagi siapa yang Dia kehendaki.” Besarnya hak kedua orang tua karena Rasul -ṣallallāhu alaihi wa sallam- menggandengkannya dengan hak Allah -Ta’ālā-. Bahaya kesaksian palsu serta dampak buruknya terhadap kehidupan masyarakat muslim pada tataran akhlak ataupun sisi kehidupan bermasyarakat lainnya. Baca Kalam-kalam Nasihat dari Para Ulama —————————————————– Ideologi Nusantara Post navigation
Bakhildijadikan oleh syaithan sebagai jalan untuk menuju jalan ke neraka. Dalil yang melarang dari perbuatan bakhil di antaranya adalah QS Al Isra: 29-30 dan hadis Nabi SAW yang artinya: 29. dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.
Pentingnya adab sebelum ilmu dalam Islam, ditunjukkan dengan adanya keterangan dari ayat Alquran tentang akhlak dan juga hadits tentang perilaku yang baik of Moral Education mengungkapkan adanya antara moralitas dan agama dalam pemikiran Islam. Bahkan, Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan baiknya akhlak,” HR Ahmad.Baca Juga Yuk! Kenali Gejala hingga Faktor Penyebab Perilaku ImpulsifAyat Alquran tentang AkhlakFoto 7 Surat Penenang Hati dalam Alquran untuk Menghilangkan Rasa Gundah, Insya Allah Manjur! Orami Photo StockAkhlak adalah hal yang penting bagi seorang muslim. Sebab, orang yang beradab dan berakhlak mulia jika mempunyai ilmu akan mudah untuk mengamalkan dan tidak sombong dengan Islam, akhlak dapat dibagi menjadi akhlak kepada Allah SWT dan juga kepada sesama manusia. Beberapa ayat Alquran tentang akhlak yakni1. Ayat Alquran tentang Akhlak dan Aqidahلَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّـهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًاArtinya “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia,” QS Al-Baqarah 83.2. Ayat Alquran Tentang Akhlak dan Tawakalقُلْ هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ءَامَنَّا بِهِۦ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍArtinya “Katakanlah Dialah Allah Yang Maha Penyayang kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakkal. Kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata,” QS Al-Mulk 29.3. Ayat Alquran tentang Akhlak dan Sabarوَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَArtinya “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu,” QS Al-Baqarah 45.4. Ayat Alquran tentang Akhlak Bersyukurفَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِArtinya “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku,” QS Al-Baqarah 152.Baca Juga 7+ Contoh dan Manfaat Perilaku Jujur untuk Diajarkan pada Si Kecil, Yuk Lakukan!5. Ayat Alquran tentang Akhlak dan Ridho kepada Allah SWTارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًArtinya “Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya,” QS Al-Fajr 28.6. Ayat Alquran tentang Akhlak dan Ikhlasقُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَArtinya Katakanlah, “Tuhanku menyuruhku untuk berlaku adil. Dan hadapkanlah wajahmu kepada Allah pada setiap shalat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula’,” QS Al-A’raf 29.7. Ayat Alquran tentang Akhlak dalam Perkataanوَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًاArtinya “…Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia,” QS Al-Baqarah 83.8. Ayat Alquran tentang Akhlak dalam Berdebatوَلا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْArtinya “Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka,” QS Al-Ankabut 46.Baca Juga Cegah Masalah Perilaku Anak Sebelum Terjadi, Begini Caranya!Hadits tentang AkhlakFoto adab bertetangga Orami Photo StocksFoto Orami Photo StockSebelum Rasulullah SAW memerintahkan kepada umatnya untuk berakhlak mulia, beliau telah mencontohkannya terlebih dahulu sebagai uswatun hasan atau contoh yang banyak hadits tentang akhlak yang memerintahkan kepada umat muslim untuk memperbaiki akhlak, serta menunjukkan keutamaan akhlak mulia. Beberapa di antaranya yakni9. Hadits tentang Akhlak Islamiقال رسولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- “إِنَّ لِكُلِّ دِيْنِ خُلُقًا وَخُلُقُ الإسلامَ الْحَيَاءُDari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islami adalah rasa malu,” HR Ibnu Majah.10. Hadits tentang Akhlak dan Kedermawananإِنَّ اللهَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ وَمَعَالِيَ اْلأَخْلاَقِ وَيُبْغِضُ سِفْسَافَهَاArtinya “Sesungguhnya Allah Maha Pemurah menyukai kedermawanan dan akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah hina,” HR Bukhari, Muslim.11. Hadits tentang Akhlak dan Keimananعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًاArtinya “Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah ia yang memiliki akhlak terbaik. Yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik akhlaknya kepada pasangannya,” HR At Tirmidzi.12. Hadits tentang Akhlak dan Derajat Orang Berimanعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْمُؤْمِنَ يُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَاتِ قَائِمِ اللَّيْلِ صَائِمِ النَّهَارِAisyah RA berkata “Aku mendengar Nabi SAW berkata, Sungguh orang-orang yang beriman dengan akhlak baik mereka bisa mencapai menyamai derajat mereka yang menghabiskan seluruh malamnya dalam shalat dan seluruh siangnya dengan berpuasa,” HR Ahmad.13. Hadits tentang Akhlak dan Mizanعَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ شَيْءٍ يُوضَعُ فِي الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الْخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِAbu Darda RA berkata “Aku mendengar Nabi SAW berkata, Tak ada yang lebih berat pada timbangan mizan, pada hari pembalasan dari pada akhlak yang baik. Sungguh orang yang berakhlak baik akan mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat,” HR At Tirmidzi.14. Hadits Tentang Akhlak Terhadap Muslim Lainعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُArtinya “Orang muslim yang baik adalah yang muslim lainnya aman dari gangguan ucapan dan tangannya, dan orang yang hijrah termasuk kelompok muhajirin adalah yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah,” HR Bukhari.15. Hadits tentang Akhlak Jaminan Rasulullah SAWأَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُArtinya “Aku adalah penjamin sebuah rumah di sekitar taman Surga bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan walaupun ia benar, penjamin rumah di tengah Surga bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun ia bercanda, juga menjadi penjamin sebuah rumah di Surga paling atas bagi orang yang memiliki akhlak yang baik,” HR Abu Dawud.15. Hadits tentang Akhlak dan Rasa Marahأَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ لَا تَغْضَبْSeseorang berkata kepada Rasulullah SAW “Nasihati aku.” Beliau bersabda “Jangan marah.” Beliau mengulang beberapa kali, “Jangan marah”. HR Bukhari.Itulah ayat Alquran tentang akhlak yang bisa memandu orang Islam dalam berprilaku baik di dunia.
BeliHadits Tentang Akhlak Online harga murah terbaru 2022 di Tokopedia! ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Kurir Instan ∙ Bebas Ongkir ∙ Cicilan 0%.
TERDAPAT banyak hadits tentang akhlak yang berasal dari Nabi Muhammad ﷺ. Isi dari hadits-hadits tersebut ialah hasungan, perintah, dan keutamaan memilikinya. Dengan adanya hadits-hadits tersebut menjadi bukti pentingnya kita untuk memperhatikan perkara yang satu ini. Rasulullah sendiri juga bersabda “Sesungguhnya tiada lain aku diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang baik.” [Hr. Ahmad] Dikutip dari halaman al-fikry, berikut hadist-hadist nabi tentang akhlak Hadist Nabi Tentang Akhlak Memiliki Rasa Malu unsplash Dari Anas, dia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda إِنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا، وَخُلُقُ الْإِسْلَامِ الْحَيَاءُ “Sesungguhnya bagi setiap agama itu ada akhlak, dan akhlak Islam adalah rasa malu.” [Hr. Ibnu Majah] Hadist Nabi Tentang Akhlak Allah Membenci Akhlak yang Rendah Dari Sahl bin Saad, dia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ، وَيُحِبُّ مَعَالِيَ الْأَخْلَاقِ، وَيَكْرَهُ سَفْسَافَهَا “Sesungguhnya Allah azza wa jala itu mulia dan menyukai orang mulia. Dia juga menyukai akhlak-akhlak yang tinggi dan membenci akhlak-akhlak yang tercela.” [Hr. Ath-Thabrani] BACA JUGA Berikut 5 Hadist Menuntut Ilmu Dalam Islam Hadist Nabi Tentang Akhlak Seorang Muslim Tidak Berlaku Keji Dari Abdullah bin Amr radliyallahu anhuma, dia berkata لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاحِشًا وَلاَ مُتَفَحِّشًا. وَكَانَ يَقُولُ إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلاَقًا Nabi shallallahu alaihi wa salam tidak pernah berlaku keji dalam perbuatan dan ucapan. Beliau bersabda “Sesungguhnya orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling bagus akhlaknya.” [Hr. Al-Bukhari] Hadist Nabi Tentang Akhlak Baiknya Akhlak Suami Terhadap Istri Dari Abu Hurairah, dia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِنِسَائِهِمْ Orang beriman yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling bagus akhlaknya dari mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik kepada istrinya.” [Hr. At-Tirmidzi] Hadist Nabi Tentang Akhlak Mencapai Derajat Ahli Shalat dan Puasa Dari Abu Darda, dia berkata Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda مَا مِنْ شَيْءٍ يُوضَعُ فِي المِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الخُلُقِ. وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ “Tidaklah ada sesuatu yang diletakkan pada mizan timbangan amal yang lebih berat daripada akhlak yang bagus. Sesungguhnya pemilik akhlak yang bagus mencapai derajat ahli shalat dan puasa dengannya.” [Hr. At-Tirmidzi] Hadist Nabi Tentang Akhlak Rumah di Tingkatan Teratas dari Syurga Dari Abu Umamah, dia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا، وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ “Aku menjamin dengan suatu rumah di pinggir syurga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun dia berhak, dengan rumah di tengah syurga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun bercanda, dan dengan rumah di atas syurga bagi orang yang memperbaiki akhlaknya.” [Hr. Abu Dawud] Hadist Nabi Tentang Akhlak Akhlak Kepada Lingkungan Dari Abu Dzar, dia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepadaku اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ “Bertaqwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada. Ikutilah keburukan dengan kebaikan maka dia akan menghapusnya. Pergaulilah manusia dengan akhlak yang bagus.” [Hr. At-Tirmidzi] Hadist Nabi Tentang Akhlak Tinggal Berdekatan dengan Nabi Dari Jabir, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا، وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالمُتَشَدِّقُونَ وَالمُتَفَيْهِقُونَ، قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَدْ عَلِمْنَا الثَّرْثَارُونَ وَالمُتَشَدِّقُونَ فَمَا المُتَفَيْهِقُونَ؟ قَالَ المُتَكَبِّرُونَ “Sesungguhnya orang yang orang yang paling aku cintai dan paling dekat kedudukannya dariku di Hari Kiamat adalah orang yang paling bagus akhlaknya dari kalian. Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh kedudukannya dariku di Hari Kiamat adalah Ats-Tsartsarun, Al-Mutasyaddiqun, dan Al-Mutafayhiqun.” Mereka bertanya Wahai Rasulullah, kami telah tahu mengenai Ats-Tsartsarun dan Al-Mutasyaddiqun, lalu apakah Al-Mutafayhiqun? Beliau menjawab “Orang-orang yang sombong.” [Hr. At-Tirmidzi] Hadist Nabi Tentang Akhlak Amalan yang Membawa Ke Syurga Ilustrasi. foto unsplash عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الجَنَّةَ، فَقَالَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الخُلُقِ، وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ، فَقَالَ الفَمُ وَالفَرْجُ Dari Abu Hurairah, dia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam syurga. Beliau menjawab “Taqwa kepada Allah dan akhlak yang bagus.” Beliau juga ditanya mengenai apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka. Maka beliau menjawab “Mulut dan kemaluan.” [Hr. At-Tirmidzi] BACA JUGA 5 Hari Besar Agama Islam dan Maknanya عَنْ أَنَسٍ، قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا Dari Anas, dia berkata Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah manusia yang paling baik akhlaknya. [Muttafaqun alaih] Hadist Nabi Tentang Akhlak Cara Memberatkan Timbangan Amal عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقِيَ أَبَا ذَرٍّ، فَقَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ، أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى خَصْلَتَيْنِ هُمَا أَخَفُّ عَلَى الظَّهْرِ، وَأَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ غَيْرِهِمَا؟ قَالَ بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ عَلَيْكَ بِحُسْنِ الْخُلُقِ، وَطُولِ الصَّمْتِ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، مَا عَمِلَ الْخَلَائِقُ بِمِثْلِهِمَا Dari Anas, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertemu dengan Abu Dzar. Beliau lalu bersabda “Wahai Abu Dzar, maukah kamu aku tunjukkan atas 2 perkara yang paling ringan di punggung dan paling berat di mizan timbangan amal daripada keduanya?” Dia berkata Ya, wahai Rasulullah. Beliau bersabda “Lazimilah akhlak yang bagus dan diam dalam waktu lama. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah ada makhluk yang berbuat dengan sebanding keduanya.” [Hr. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman].[] SUMBER AL-FIKRY INEWS
Berikutpenjelasan mengenai kejujuran sebagai tingkah laku terpuji yang berdasar pada hadits Rasulullah saw. 1.2 Tujuan Pembahasan. Tujuan pembelajaran makalah ini adalah: 1. Untuk mengetahui pentingnya kejujuran. 2. Untuk mengetahui bahwasanya kejujuran membawa kebajikan. 3. Untuk menyadari bahwa orang yang jujuran mendapat pertolongan ALLAH.
Akhlak tercela merupakan perbuatan yang tidak di ridhoi Allah swt. dikarenakan perbuatan ini adalah perbuatan yang dibenci oleh Allah. Dalam al-Qur’an sangat jelas bahwa orang berperilaku tercela akan dilaknat oleh Allah swt. seperti halnya orang yang hanya menyuruh tanpa berbuat dalam hal agama. untuk lebih jelasnya langsung saja baca dibawah ini. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Akhlak tercela merupakan perbuatan yang tidak di ridhoi Allah swt. dikarenakan perbuatan ini adalah perbuatan yang dibenci oleh Allah. Dalam al-Qur’an sangat jelas bahwa orang berperilaku tercela akan dilaknat oleh Allah swt. seperti halnya orang yang hanya menyuruh tanpa berbuat dalam hal agama. Jadi orang yang hanya menyuruh tanpa melakukan apa yang ia katakan, maka Allah akan melaknatnya dan membenci orang tersebut. Untuk itu segeralah meminta ampun dan bertawakkallah kepada Allah swt. Rasulullah telah mencontohkan tentang bagaimana kita bersikap terlebih dahulu sebelum memerintah terhadap orang lain, seperti suksesnya beliau dalam memimpin dunia ini. B. Rumusan Masalah 1. Apa definisi Akhlak Tercela ? 2. Ayat al-Qur’an dan Hadits yang berkenaan dengan Akhlak Tercela ? 3. Apa saja macam-macam Akhlak Tercela ? 4. Bagaimana upaya menghindari sifat tercela ? 5. Apa saja kerugian orang mempunyai Akhlak Tercela ? C. Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui apa itu Akhlak Tercela 2. Ayat sifat tercela menurut al-Qur’an dan Hadits. 3. Untuk mengetahui macam-macam Akhlak Tercela 4. Upaya menghindari sifat tercela 5. Kerugian memiliki Akhlak Tercela BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Akhlak Tercela Yang dimaksud dengan akhlak tercela adalah sifat, perilaku dan perbuatan yang merugikan kepada diri sendiri dan orang lain. Dalam pandangan al-Ghazali, akhlak yang tercela disebut dengan al Mazdmumah, yaitu segala perilaku yang dicela oleh Allah dan makhluk. [1] Dalam al-Qur’an disebutkan, bahwa manusia memiliki akhlak karena ia memiliki nafsu yang mengajaknya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia “Tercela” diartikan sesuatu yang tidak pantas. Jadi, jelas bahwa akhlak tercela adalah memang merupakan perbuatan yang sangat tidak pantas bagi manusia dikarenakan pada hakikatnya manusia adalah suci. Allah swt. selalu memerintahkan kebaikan kepada hambanya, namun ada saja orang yang melalaikan perintah-Nya. Sesuai dengan firman-Nya أَتَأۡمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلۡبِرِّ وَتَنسَوۡنَ أَنفُسَكُمۡ وَأَنتُمۡ تَتۡلُونَ ٱلۡكِتَٰبَۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ٤٤ Mengapa kamu suruh orang lain mengerjakan kebaktian, sedang kamu melupakan diri kewajibanmu sendiri, padahal kamu membaca al-Kitab Taurat? Maka tidaklah kamu berpikir.[2] Sedangkan dalam ayat yang lain Allah berfirman يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفۡعَلُونَ ٢ كَبُرَ مَقۡتًا عِندَ ٱللَّهِ أَنْ تَقُولُواْ مَا لَا تَفۡعَلُونَ ٣ 2. Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan 3. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.[3] Penjelasan ayat Mereka yang tidak menyucikan Allah swt., menyimpang dari sistem yang berlaku dan menyendiri padahal semua menyucikan-Nya, sungguh sikap merekea itu harus diluruskan. Kaum beriman telah menyadari hal tersebut, bahkan ada yang telah menyatakan siapnya berjuang dalam rangka menyucikan Allah, tetapi ketika tiba saatnya, mereka mengingkari janji. Ayat di atas mengecam mereka dengan memanggil mereka dengan panggilan keimanan sambil menyindir bahwa dengan keimanan itu mestinya tidak berlaku demikian. Allah berfirman Hai orang-orang yang mengaku beriman, kenapa kamu mengatakan yakni berjanji akan berjihad atau mengapa kamu mengucapkan apa yang tidak kamu perbuat yakni tidak sesuai dengan kenyataan? Amat besar kemurkaan di sisi Allah, bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat. Setelah menyebut apa yang dibenci Allah, disebutnya apa yang disukai-Nya dengan mengatakan Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berjuang dijalan-Nya yakni untuk menegakkan agama-Nya dalam bentuk satu barisan yang kokoh yang saling kait-berkait dan menyatu jiwanya lagi penuh disiplin seakan-akan mereka kukuh dan saling berkaitannya satu dengan yang lain bagaikan bangunan yang tersusun rapi. Dalam pengantar surat ini, penulis telah kemukakan riwayat at-Tirmidzi tentang turunnya surah ini. Dengan demikian surah di atas dapat dinilai sebagai kecaman yang ditujukan kepada mereka yang berjanji akan berjihad tetapi ternyata enggan melakukannya. Ibn Katsir dalam tafsirannya menuturkan bahwa mayoritas ulama menyatakan bahwa ayat ini turun ketika kaum muslimin mengaharapkan diwajibkannya jihad atas mereka, tetapi ketika Allah mewajibkannya mereka tidak melaksanakannya. Dengan demikian ayat ini serupa denga firman-Nya dalam QS. al-Baqarah 2 246 yang berbicara tentang orang-orang Yahudi yang satu ketika mengaharap diizinkan untuk berperang tetapi “Tatkala perang diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali sedikit diantara mereka.” Riwayat lain menyatakan bahwa ayat di atas turun sebagai kecaman terhadap mereka yang mengatakan “Kami telah membunuh musuh, menikam, memukul dan telah melakukan ini dan itu.”, padahal merek atidak melakukannya. Dengan demikian ayat di atas mengecam juga orang-orang munafik yang mengucapkan kalimat syahadat dan mengaku muslim tanpa melaksanakan secara baik dan benar tuntunan agama islam. Melihat lanjutan ayat yang berbicara tentang perjuangan/ peperangan, maka agaknya ayat di atas turun berkaitan dengan sikap sementara kaum muslimin yang enggan berjuang, padahal sebelumnya telah menyatakan keinginan melaksanakan apa yang disukai Allah swt. Kendati demikian, semua riwayat-riwayat itu dapat ditampung kandungan oleh ayat di atas, karena memang ulama menggunakan kata sabab nuzul bukan saja terhadap peristiwa yang terjadi menjelang turunnya ayat, tetapi juga peristiwa-peristiwa yang dapat dicakup oleh kandungan ayat, baik peristiwa itu terjadi sebelum maupun sesudah turunnya ayat itu , selama masih dalam masa turunnya al-Qur’an. Kata كبر kabura berarti besar tetapi yang dimaksud adalah amat keras, karena sesuatu yang besar terdiri dari banyak hal/komponen. Kata ini digunakan disini untuk melukiskan sesuatu yang sangat aneh, yakni mereka mengaku beriman, mereka sendiri yang meminta agar dijalankan tentang amalan yang paling disukai Allah untuk mereka kerjakan, lalu setelah dijelaskan oleh-Nya mereka mengingkari janji dan enggan melaksanakannya sungguh hal tersebut adalah suatu keanehan yang luar biasa besarnya. Kata مقتا maqtan adalah kebencian yang sangat keras, dari sini ayat di atas menggabungkan dua hal yang keduanya sangat besar, sehingga apa yang diuraikan disini sungguh sangat mengundang murka Allah. Ini ditambah lagi dengan kalimat عند الله inda Allah/disisi Allah yang menunjukkan bahwa kemurkaan itu jatuh langsung dari Allah swt. Karena itu menurut al-Qur’an – sabagaimana dikutip oleh al-Biqa’i – “Tidak ada ancaman menghadap satu dosa sepert ancaman yang ditemukan ayat ini.” Thabathaba’i menggarisbawahi perbedaan antara mengatakan sesuatu apa yang tidak dia kerjakan, dengan tidak mengerjakan apa yang dikatakan. Yang pertama adalah kemunafikan, sedang yang kedua adalah kelemahan tekad. Yang kedua inipun merupakan keburukan. Allah menjadikan kebahagiaan manusia melalui amal kebajikan yang dipilihnya sendiri, sedang kunci pelaksanaannya adalah kehendak dan tekad, yang keduanya tidak akan memberikan dampak positif kecuali jika ia mantap dan kuat. Nah, tidak adanya realisasi perbuatan setelah ucapan, merupakan pertanda kelemahan tekad dan ini tidak akan menghasilkan kebajikan bagi yang bersangkutan. Demikian lebih kurang Thabathaba’i. Kata صفّا shaffan/barisan adalah sekelompok dari sekian banyak anggotanya yang sejenis dan kompak serta berada dalam satu wadah yang kukuh lagi teratur. Kata مرصوص marsush berarti berdempet dan tersusun dengan rapi. Yang dimaksud oleh ayat di atas adalah kekompakan anggota barisan, kedisiplinan mereka yang tinggi, serta kekuatan mental mereka menghadapi ancaman dan tantangan. Maka ini demikian, karena dalam pertempuranpun – apalagi dewasa ini – pasukan tidak harus menyerang atau bertahan dalam bentuk barisan. Ayat-ayat di atas merupakan kecaman. Sementara ulama memahaminya sebagai kecaman kepada orang-orang munafik, bukan orang-orang mukmin, karena sifat orang-orang mukmin sedemikian tinggi sehingga mereka tidak perlu dikecam. Pendapat ini hemat penulis benar, tetapi kita juga tidak dapat mengatakan bahwa yang dikecam itu bukan hanya orang-orang munafik, karena itu ayat di atas menggunakan kata alladzina amanu bukan al-mu’minun.[4] Sedangkan dalam hadits, ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang akhlak tercela, diantaranya 213. وَعَنْ مُعَذٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ بَعَثَنِي رَسُوْلُ اللهِ فَقَالَ إِنَّكَ تَأْتِي قَوْمًا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَادْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّااللهَ, وَأَنِّي رَسُوْلُ اللهِ, فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْا لِذَلِكَ, فَأَعْلِمُهُمْ أَنَّ اللهَ قَدِ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ, فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْا لِذَلِكَ، فَأَعْلِمُهُمْ أَنَّ اللهَ قَدِ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ, فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْا لِذَلِكَ فَإِيَّاكَ وَكَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ, وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ, مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. 213. Dari Mu'az katanya "Saya diutus oleh Rasulullah saw. lalu beliau saw. bersabda "Sesungguhnya engkau akan mendatangi sesuatu kaum dari ahlul kitab - Yahudi dan Nasrani, maka ajaklah mereka itu kepada menyaksikan bahwasanya tiada Tuhan melainkan Allah dan bahwasanya saya adalah pesuruh Allah. Jikalau mereka telah mentaati untuk melakukan itu, maka beritahukanlah bahwasanya Allah telah mewajibkan atas mereka akan lima kali sembahyang dalam setiap sehari semalam. Jikalau mereka telah mentaati yang sedemikian itu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwasanya Allah telah mewajibkan atas mereka sedekah - zakat - yang diambil dari kalangan mereka yang kaya-kaya, kemudian dikembalikan - diberikan - kepada golongan mereka yang fakir-miskin. Jikalau mereka mentaati yang sedemikian itu, maka jagalah harta-harta mereka yang dimuliakan – yakni yang menjadi milik peribadi mereka. Takutlah akan permohonan - doa - orang yang dianiaya - baik ia muslim atau kafir, karena sesungguhnya saja tidak ada tabir yang menutupi antara permohonannya itu dengan Allah - yakni doanya pasti terkabul." Muttafaq 'alaih. Penjelasan Hadits Wasiat Rasulullah saw. yang agung ini disampaikan kepada Mua’adz bin Jabal sesaat sebelum dia bertolak ke Yaman dalam jabatannya sebagai amir disana. Dalam wasiatnya itu pertama-tama Mua’adz diperingatkan bahwa dia akan berada diperkampungan ahli kitab pemeluk suatu agama yang sekaligus bertugas untuk menyampaikan ajaran Islam itu kepada mereka. Untuk itu diperlukan keterangan yang jujur dan jelas. Pertama-tama adalah ajakan untuk beriman kepada Allah dengan benar dan kepada Rasul-Nya Muhammad saw. jangan keburu pindah kepersoalan lain, sebelum yang satu ini benar-benar diyakini. Kalau sudah, barulah berpindah kesoal lain, yaitu soal sholat dan kemudian zakat yang haarus dipilihkan dari harta yang baik, demi memperhatikan hak fakir miskin, sedang bagi petugas dilarang keras berbuar zhalim, misalnya dengan memungut zakat itu berlebihan, sehingga merugikan pihak yang dipungut, sebab orang yang diperlakukan dengan zhalim itu akan mendoakan yang tidak baik, sedang doanya akan selalu diperhatikan oleh Allah, kendati yang bersangkutan itu banyak berbuat durhaka kepada Allah dan tidak memenuhi persayaratan doa sebagaimana layaknya.[5] 598. وَعَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيْبُكَ, رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَقَالَ حَدِيْثُ حَسَنٌ صَحِيْحٌ. وَمَعْنَاهُ اتْرُكُ مَا تَشُكُّ فِيْهِ، وَخُذْ مَا لَا تَشُكُّ فِيْهِ. 598. Dari al-Hasan bin Ali radhiallahu 'anhuma, katanya "Saya hafal sesuatu sabda dari Rasulullah saw. "Tinggalkanlah apa-apa yang meragu-ragukan padamu untuk beralih kepada apa-apa yang tidak meragu-ragukan padamu." Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih. Artinya ialah Tinggalkanlah apa-apa yang engkau merasa bimbang untuk dilaksanakan dan ambil sajalah apa-apa yang engkau tidak merasa bimbang samasekali dalam melaksanakannya. Penjelasan Hadits Diantara perkara yang meragukan, yaitu perkara yang belum jelas halal-haramnya serta tidak ada dalil nash yang menerangkan halal-haramnya terhadap perkara yang kedudukannya seperti ini sesuai petunjuk Nabi saw. dalam hadits beliau tersebut seharusnya dijauhi/ditinggalkan karena jalan itulah yang lebih selamat.[6] 629. وَعَنِ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ عَنِ البِرُّ وَالْإِثْمُ، فَقَالَ البِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ، وَالْإِثْمُ مَاحَاكَ فِي نَفْسِكَ، وَكَرِهْتُ أَنْ يَطَّلِعُ عَلَيْهِ النَّاسُ. رواه مسلم. 629. Dari an-Nawwas bin Sam'an katanya "Saya bertanya kepada Rasulullah saw. perihal kebajikan dan dosa. Beliau saw. lalu bersabda "Kebajikan itu ialah baiknya budipekerti dan dosa itu ialah apa-apa yang engkau rasakan bimbang dalam dada – yakni hati - dan engkau tidak suka kalau hal itu diketahui oleh orang banyak." Riwayat Muslim. Penjelasan Hadits Budi pekerti yang baik adalah merupakan sendi ketaatan karena orang yang perangainya baik akan melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat dan meninggalkan hal-hal yang tidak baik dan tidak bermanfaat. Karena itu ketika Nabi saw. ditanya tentang kebaikan, jawab beliau pendek “Kebaikan ialah perangai yang bagus inilah akan memancar segala kebaikan dan ketaatan seorang mukmin terhadapa Tuhannya maupun terhadap sesama manusia. Setiap perbuatan yang dilarang oleh Allah, atau hal-hal yang belum diketahui kedudukan hukumnya menurut syariat-Nya, tentu jiwa seorang mukmin akan ragu dan bimbang mengerjakannya dan kalau perbuatan itu sudah jelas terlarang sedang ia tahu akan pasti seorang mukmin tidak suka perbuatannya itu diketahui orang lain. Lantaran itulah ketika Rasulullah saw. ditanya tentang “Keburukan” maksiat maka jawab beliau pendek “Keburukan yaitu apa yang meragukanmu dan kamu tidak suka perbuatanmu itu diketahui orang lain”.[7] B. Macam-Macam Akhlak Tercela 1. Syirik Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia syirik adalah penyekutuan Allah dengan yang lain, misalnya, pengabdian selain kepada Allah Taala dengan menyembah patung, tempat keramat, dan kuburan, dan kepercayaan terhadap keampuhan peninggalan nenek moyang yang diyakini akan menentukan dan mempengaruhi jalan kehidupan; Menurut Imam an-Nawawi syirik adalah menyandarkan perbuatan yang hanya Dzat Yang Maha Esa semata berhak melakukannya kepada makhluk yang bukan haknya melakukan perbuatan itu. Allah berfirman dalam al-Qur’an وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَيَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٞ ١٣ 13. Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar"[8] 2. Kufur Kufur atau kafir adalah keadaan tidak beriman kepada Allah swt. maka orang yang kufur atau kafir adalah orang yang percaya atau tidak beriman kepada Allah baik orang tersebut bertuhan selain Allah maupun tidak bertuhan, seperti paham komunis atheis.[9] Imam an-Nawawi mengatakan “Sesungguhnya orang yang mengingkari sesuatu yang diketahui secara pasti dalam agama Islam, maka dihukumi murtad dan kafir, kecuali jika dia baru saja masuk Islam atau dia hidup di tempat yang jauh dari dakwah Islam dan semisalnya dari orang yang samar atasnya lalu mengetahuinya, jika terus seperti itu, maka dihukumi kafir”. Artinya seseorang dihukumi kafir jika mengingkari perkara syari’at yang sudah pasti diketahui bagi setiap orang dharurah yakni diketahui baik orang khusus alim ataupun orang awam semisal sholat farduh dan meminum khomer, bukan perkara yang samar yakni perkara yang diketahui oleh orang khusus saja semisal pembagian hak waris seperenam untuk cucu perempuan. Allah berfirman dalam al-Qur’an وَجَعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادٗا لِّيُضِلُّواْ عَن سَبِيلِهِۦۗ قُلۡ تَمَتَّعُواْ فَإِنَّ مَصِيرَكُمۡ إِلَى ٱلنَّارِ ٣٠ 30. Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan manusia dari jalan-Nya. Katakanlah "Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka"[10] 3. Nifak Nifak adalah suatu perbuatan yang lahir dan batinnya tidak sama. Secara lahiriyah beragama Islam, namun jiwanya atau batinnya tidak beriman. Munafiq adalah orang yang melakukan perbuatan nifak, yaitu orang yang secara lahiriyah mengaku beriman kepada Allah, mengaku beragama Islam, bahkan dalam beberapa hal kelihatan seperti perbuatan dan bertindak untuk kepentingan Islam, tetapi sebenarnya hatinya mempunyai maksud lain tidak didasari iman kepada Allah.[11] Dalam hal ini Allah berfirman dalam al-Qur’an وَإِذَا جَآءُوكُمۡ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَقَد دَّخَلُواْ بِٱلۡكُفۡرِ وَهُمۡ قَدۡ خَرَجُواْ بِهِۦۚ وَٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا كَانُواْ يَكۡتُمُونَ ٦١ 61. Dan apabila orang-orang Yahudi atau munafik datang kepadamu, mereka mengatakan "Kami telah beriman", padahal mereka datang kepadamu dengan kekafirannya dan mereka pergi daripada kamu dengan kekafirannya pula; dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.[12] 4. Takabur Imam al-Ghazali mendefinisikan takabur ialah sifat orang yang merasa dirinya lebih besar daripada orang lain. Kemudian ia memandang enteng orang lain itu. Boleh jadi orang yang bersikap demikian dikarenakan ilmu, amal, keturunan, kekayaan, anak buah, alias kecantikannya.[13] Allah berfirman dalam al-Qur’an bahwa Allah tidak menyukai orang yang sombong لَا جَرَمَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعۡلِنُونَۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡتَكۡبِرِينَ ٢٣ 23. Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.[14] 5. Dengki Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Dengki adalah menaruh perasaan marah benci, tidak suka karena iri yang amat sangat kepada keberuntungan orang lain. Jadi jelaslah bahwa orang yang memiliki sifat dengki akan cenderung membenci sesorang disertai dengan tindakan. Rasulullah saw. bersabda حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ إِسْمَاعِيلَ قَالَ حَدَّثَنِي قَيْسٌ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٍ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَرَجُلٍ آتَاهُ اللَّهُ حِكْمَةً فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Yahya dari Isma'il berkata, telah menceritakan kepada saya Qais dari Ibnu Mas'ud radliallahu 'anhu berkata; Aku mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda "Tidak boleh iri dengki kecuali kepada dua hal. Yaitu kepada seorang yang Allah berikan kepadanya harta lalu dia menguasainya dan membelanjakannya di jalan yang haq benar dan seorang yang Allah berikan hikmah ilmu lalu dia melaksanakannya dan mengajarkannya kepada orang lain ".[15] 6. Iri Iri berbeda dengan dengki. Perbedaannya hanya saja iri yaitu merasa kurang senang terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah kepada orang lain tanpa melakukan tindakan, atau mencemburui sesuatu yang dilihatnya. 7. Riya Riya’ adalah melakukan ibadah untuk mencari perhatian manusia sehingga mereka memuji pelakunya dan ia mengharap pengagungan dan pujian serta penghormatan dari orang yang melihatnya. Allah berfirman dalam al-Qur’an إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَٰدِعُهُمۡ وَإِذَا قَامُوٓاْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُواْ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلٗا ١٤٢ 142. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya dengan shalat di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.[16] C. Upaya Menghindari Sifat Tercela 1. Mengekang atau mengendalikan hawa naafsu diri sendiri Hawa nafsu selalu mengajak kejahatan dan kemaksiatan. Al Nafs al Ammarah. Nafsu jenis ini disebutkan dalam surah Yusuf ayat 53 ”Dan aku tidak membebaskan diriku dari kesalahan, karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.”[17] 2. Waspada dan berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Syetan adalah makhluk Allah yang berusaha agar segenap anak cucu Adam berada dalam kesesatan dan durhaka kepada Allah. Untuk itu, kita dianjurkan untuk berlindung kepada Allah untuk terhindar dari bujuk rayu syetan sehingga kita menang dengan rayuan syetan tersebut. 3. Beritiqamah dalam taat kepada Allah, melalui serangkaian ibadah dan memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad saw. Dengan membiasakan diri mengingat Allah dan Rasulullah, maka lambat laun iman kita akan semakin kokoh, sehingga nafsu akan terkendali.[18] D. Kerugian Memiliki Akhlak Tercela 1. Dimurkai dan dibenci Allah SWT. Seseorang yang memiliki akhlak yang tercela akan terbiasa dengan segala bentuk kedurhakaan dan kemaksiatan terhadap Allah. Seorang yang melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah, maka Allah akan membencinya dan akan memberi balasan dengan azab yang pedih. azab Allah dapat diturunkan di dunia dengan berbagai macam bencana, malapetaka yang disebabkan oleh kemaksiatan kemungkaran yang dilakukan oleh manusia. 2. Dibenci dan dijauhi oleh manusia Seseorang yang terbiasa dengan hal yang buruk akan terbiasa berbuat kedzaliman, aniaya dan merugikan orang lain. Perbuatannya selalu merugikan dan mendatangkan bahaya bagi orang lain. 3. Mendapatkan penderitaan dan kehinaan dunia akhirat Seorang yang memiliki akhlak tercela akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuatannya, karena sekecil apapun dosa yang diperbuatnya akan mengurangi amal kebaikan yang diperbuatnya.[19] BAB III PENUTUP A. Kesimpulan akhlak tercela adalah sifat, perilaku dan perbuatan yang merugikan kepada diri sendiri dan orang lain. Dalam pandangan al-Ghazali, akhlak yang tercela disebut dengan al Mazdmumah, yaitu segala perilaku yang dicela oleh Allah dan makhluk. Sedangkan macam-macamnya adalah syirik, kufur, nifak, takabur, dengki, iri, riya. B. Saran Sesuai dengan perintah Allah dalam dalam al-Qur’an QS. as-Saff ayat 2-3 bahwa kita harus melakukan terlebih dahulu sebelum kita menyuruh kepada orang lain dalam hal agama sehingga Allah tidak menurunkan murka-Nya kepada kita semua. DAFTAR PUSTAKA Hasyim, Husaini A. Madjid. Syarah Riyadhus Shalihin 1. Surabaya Bina Ilmu, 2003. Sholichin, Muchlis. Ilmu Akhlak dan Tasawwuf. Pamekasan STAIN Pamekasan Press, 2009. Shihab, M. Quraish. Tafsir al-Misbah Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an. Jakarta Lentera Hati, 2002. Software Kitab Shahih Bukhari Tauhid Ilmu Kalam. [1] Muchlis Sholichin. Ilmu Akhlak dan Tasawwuf Pamekasan STAIN Pamekasan Press, 2009, hlm. 89 [2] QS. al-Baqarah 2 44. [3] QS. as-Saff 61 2-3 [4] M. Quraish Shihab. Tafsir al-Misbah Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an Jakarta Lentera Hati, 2002, hlm. 189-191. [5] Husaini A. Madjid Hasyim. Syarah Riyadhus Shalihin 1 Surabaya Bina Ilmu, 2003, hlm. - [6] Husaini A. Madjid Hasyim. Syarah Riyadhus Shalihin 1. hlm. 406. [7] Husaini A. Madjid Hasyim. Syarah Riyadhus Shalihin 1. hlm. 432-433. [8] QS. al-Luqman 31 13 [9] Tauhid Ilmu Kalam. hlm. 21. [10] QS. Ibrahim 14 30 [11] Tauhid Ilmu Kalam. hlm. 22. [12] QS. al-Maidah 5 61. [13] [14] QS. an-Nahl 16 23. [15] Software Kitab Shahih Bukhari [16] QS. an-Nisaa’ 4 142. [18] Muchlis Sholichin. Ilmu Akhlak dan Tasawwuf. hlm. 103 [19] Muchlis Sholichin. Ilmu Akhlak dan Tasawwuf. hlm. 89.
Riya dan semua derivatnya itu merupakan akhlaq yang tercela dan merupakan sifat orang-orang munafiq. Allah berfirman: "Dan apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya' (dengan sholat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit sekali." (An-Nisaa': 142)
Islam menganjurkan umatnya untuk selalu berperilaku baik dan terpuji. Namun, tidak selamanya manusia bisa terhindar dari perilaku buruk yang disebut akhlak tercela. Akhlak tercela merupakan perilaku buruk yang terdapat dalam diri manusia. Oleh karena itu, kita harus mengenal dan menghindari perilaku buruk tersebut agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam tulisan ini, kita akan membahas tentang hadits-hadits yang membahas akhlak tercela dalam Akhlak TercelaAkhlak tercela adalah perilaku buruk yang terdapat dalam diri manusia. Dalam Islam, akhlak tercela sangat dilarang dan diharamkan. Akhlak tercela bisa merusak moral seseorang dan membuatnya jauh dari kebaikan. Oleh karena itu, kita harus menghindari perilaku buruk tersebut agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Berikut adalah beberapa contoh perilaku buruk yang termasuk akhlak tercelaNoPerilaku dusta dan hasad dan iri sombong dan khianat dan mengumpat dan suka memfitnah dan menyebar suka mempermainkan orang suka mencuri dan merampas hak orang lainDalam Islam, terdapat banyak hadits yang menjelaskan tentang akhlak tercela. Berikut adalah beberapa hadits yang membahas tentang akhlak tercela“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda Lima perkara membakar seorang manusia harta yang diharamkan, nafsu yang dituruti, rasa dengki, kata-kata yang keluar dari mulutnya, dan kebencian yang ditebar di antara manusia’.” HR. Al-Bukhari dan MuslimHadits ini menjelaskan bahwa perilaku buruk seperti dengki dan kebencian dapat membakar manusia. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga hati dan perbuatan kita agar terhindar dari perilaku buruk tersebut.“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda Tidak masuk surga orang yang suka mencela dan menjelek-jelekkan orang lain’.” HR. MuslimHadits ini menjelaskan bahwa orang yang suka mencela dan menjelek-jelekkan orang lain tidak akan masuk surga. Oleh karena itu, kita harus selalu menghargai dan menghormati orang lain agar bisa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda Tidak ada kebaikan dalam diri orang yang tidak memaafkan kesalahan orang lain’.” HR. At-TirmidziHadits ini menjelaskan bahwa kita harus selalu memaafkan kesalahan orang lain agar bisa mendapatkan kebaikan. Oleh karena itu, kita harus selalu belajar untuk memaafkan kesalahan orang lain agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik.“Dari Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda Janganlah kamu meremehkan pekerjaan yang kecil jika itu adalah pekerjaan yang halal’.” HR. AhmadHadits ini menjelaskan bahwa kita harus selalu menghargai pekerjaan yang kecil asal itu adalah pekerjaan yang halal. Oleh karena itu, kita harus selalu bekerja dengan sungguh-sungguh dan menghargai setiap pekerjaan yang kita lakukan.“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda Tidak masuk surga orang yang merusak tetangganya secara sengaja’.” HR. Al-Bukhari dan MuslimHadits ini menjelaskan bahwa merusak tetangga secara sengaja adalah perilaku buruk yang sangat dilarang dalam Islam. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga hubungan baik dengan tetangga kita agar bisa mendapatkan keberkahan dari Allah dari Akhlak TercelaPerilaku buruk yang termasuk akhlak tercela dapat membawa akibat yang buruk pula. Berikut adalah beberapa akibat dari akhlak tercela1. Jauh dari Keberkahan Allah SWTPerilaku buruk yang termasuk akhlak tercela dapat membuat manusia jauh dari keberkahan Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga hati dan perbuatan kita agar bisa mendapatkan keberkahan dari Allah Rusaknya Moral SeseorangPerilaku buruk yang termasuk akhlak tercela dapat merusak moral seseorang. Oleh karena itu, kita harus selalu menghindari perilaku buruk tersebut agar bisa menjadi pribadi yang lebih Menimbulkan Konflik dan KetidakharmonisanPerilaku buruk yang termasuk akhlak tercela dapat menimbulkan konflik dan ketidakharmonisan. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga hubungan baik dengan orang lain agar terhindar dari konflik dan Tidak Diterima di Sisi Allah SWTPerilaku buruk yang termasuk akhlak tercela tidak akan diterima di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan menjauhi perilaku buruk Menghindari Akhlak TercelaUntuk menghindari akhlak tercela, kita harus selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari akhlak tercela1. Meningkatkan Keimanan dan TaqwaMeningkatkan keimanan dan taqwa bisa membantu menghindari akhlak tercela. Kita harus selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbanyak Menghindari Lingkungan yang BurukLingkungan yang buruk bisa mempengaruhi perilaku kita. Oleh karena itu, kita harus selalu menghindari lingkungan yang buruk dan mencari lingkungan yang baik dan Meningkatkan Kemampuan untuk MemaafkanMemaafkan kesalahan orang lain bisa membantu menghindari akhlak tercela. Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha untuk meningkatkan kemampuan untuk memaafkan kesalahan orang Meningkatkan Kualitas DiriMeningkatkan kualitas diri dapat membantu menghindari akhlak tercela. Kita harus selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan terus belajar untuk mengembangkan tercela adalah perilaku buruk yang harus dihindari dalam Islam. Dalam Islam, terdapat banyak hadits yang menjelaskan tentang akhlak tercela dan cara menghindarinya. Oleh karena itu, sebagai umat Islam, kita harus selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan menghindari perilaku buruk tersebut agar bisa mendapatkan keberkahan dari Allah video of Hadits Tentang Akhlak Tercela Kajian Mendalam Mengenai Tingkah Laku Buruk dalam Islam
Terdapatbanyak hadis tentang keutamaan akhlak mulia, berikut ulasannya. Penjelasan ulama tentang akhlak mulia. Hadits tentang akhlak ke 9. Hadist tentang akhlak ke 8. Seluruh hadist di atas menunjukkan kemuliaan, keutamaan, manfaat bagi mereka yang berakhlak terpuji, juga menunjukkan kerugian bagi mereka yang memiliki sifat tercela.
Anda sedang mencari informasi seputar hadits tentang aqidah akhlak? Jika iya, maka tepat sekali datang ke artikel ini. Disini kami telah mengumpulkan hadits yang Anda cari tersebut sekaligus dengan penjelasannya. Semoga bermanfaat ya!1. Rasulullah Diutus Untuk Menyempurnakan Akhlakإِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ“Sesungguhnya aku hanyalah diutus untuk menyempurnakan akhlak yang luhur.” HR BukhariDalam menetapkan sesuatu, Allah Swt. tentu memiliki maksud dan hikmah tersendiri dalam ketetapan-Nya. Termasuk dalam pengutusan Nabi Muhammad Saw. sebagai rasul di tengah-tengah manusia. Pada hadits ini dengan jelas disebutkan bahwasanya maksud dari datangnya Baginda Saw. adalah untuk menyempurnakan dan menyebarkan akhlak yang mulia ke seluruh penjuru Paling Sempurna Imannyaأَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” HR. TirmidziMungkin Anda sudah mengetahui, ada dua jenis akhlak. Pertama, akhlakul karimah yang artinya akhlak yang baik dan mulia. Tercakup di dalamnya sifat jujur, tawadlu, qana’ah, sabar, penyayang, dan yang semisalnya. Kedua, Akhlakul madzmumah yang artinya akhlak yang tercela seperti dusta, munafik, ingkar janji, hasad, sombong, dan bagi mereka yang baik akhlaknya, maka sebagaimana sabda Nabi Saw. tersebut, ia adalah orang yang paling sempurna imannya. Dan tentu kita paham, bahwa makin tinggi dan sempurna iman, maka akan semakin mendekatkan diri ke surganya Dijamin Mendapatkan Rumah di Surgaأَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ“Aku adalah penjamin sebuah rumah di sekitar taman Surga bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan walaupun ia benar, penjamin rumah di tengah Surga bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun ia bercanda, juga menjadi penjamin sebuah rumah di Surga paling atas bagi orang yang memiliki akhlak yang baik.” HR Abu DawudPada hadits ini, disebutkan salah satu keutamaan yang akan didapatkan seseorang yang menghiasi dirinya dengan akhlak terpuji. Apa keutamaannya? Yaitu dia telah dijamin rumah di surga oleh Nabi Saw. Luar biasa sekali bukan?4. Dekat dengan Allahإِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا“Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian.” HR TirmidziKeutamaan lainnya orang yang bagus akhlaknya adalah mereka akan dekat dengan Allah pada hari kiamat. Ketika kedudukan kita semakin dekat dengan Tuhan Pencipta Alam, tentu bisa hampir dipastikan surga akan dapat mudah diraih, insya Alllah. Karena itu hiasilah diri kita semua dengan akhlak yang Tidak ada Akhlak Buruk pada Orang Berimanعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَصْلَتَانِ لَا تَجْتَمِعَانِ فِي مُؤْمِنٍ البُخْلُ وَسُوءُ الخُلُقِDari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Dua perangai yang tidak akan terkumpulkan pada seorang mukmin, sifat pelit dan akhlak yang buruk.” HR TirmidziPada hadits di atas, Rasulullah menyebutkan dua perangai yang tidak mungkin ada pada seorang mukmin bersama dengan imannya yaitu pelit dan akhlak yang buruk. Karena itu, jika Anda memang merasa seorang mukmin, maka jauhilah sifat pelit dan juga akhlak tercela lainnya seperti dusta, hasad, dan yang Akhlak yang Buruk Dibenci Allahإِنَّ اللهَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ وَمَعَالِيَ اْلأَخْلاَقِ وَيُبْغِضُ سِفْسَافَهَا“Sesungguhnya Allah Maha Pemurah menyukai kedermawanan dan akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah hina.” HR Bukhari dan MuslimJika tadi pada hadits-hadits sebelumnya membicarakan keutamaan akhlak yang mulia, maka pada hadits ini disebutkan tentang ancaman yang akan didapatkan oleh mereka yang menghiasi diri dengan akhlak tercela. Ancaman tersebut berupa dibenci oleh Allah. Dan tentu, ketika seseorang sudah dibenci Allah, maka persentase masuk nerakanya akan lebih Pengertian Akidah Islamفَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ, قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ….Kemudian ia bertanya lagi, “Beritahukan kepadaku tentang Iman.”Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar…..” HR MuslimHadits di atas merupakan cuplikan dari hadits populer tentang dialog Malaikat Jibril dan Nabi Saw. seputar islam, iman, ihsan, dan hari kiamat. Jika ingin melihat hadits aslinya dapat Anda temukan di kitab Arbain ulama sendiri menyamakan iman dengan akidah islam. Dan disini dengan jelas bahwasanya ia adalah beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab, para rasul, hari akhir, dan qadla-qadar. Wallaahu A’lamBaca jugaHadits Tentang Makanan dan Minuman HaramMembantu Anda menelusuri informasi seputar kehahalan produk yang beredar di tengah masyarakat. Saat ini sedang menimba ilmu sebagai mahasiswa Fakultas Ushuluddin di Universitas Al-Azhar, Mesir. Ikuti kami di Telegram!
Sebaliknya Islam melarang kezaliman, penyimpangan, dan akhlak-akhlak yang tercela. Sabda Rasul Tentang Akhlak. Hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaih wa sallam demikian beragam berbicara tentang akhlak. Terkadang berisi perintah dan anjuran untuk berhias dengan akhlak yang terpuji dalam bergaul dengan manusia.
– Terdapat sangat banyak hadits tentang akhlak yang menyebutkan dan memerintahkan kepada umat muslim untuk memperbaiki akhlak serta yang menunjukkan keutamaan akhlak mulia. Dan sebelum Rasulullah shallallahu alaihi was sallam memerintahkan kepada umatnya untuk berakhlak mulia, beliau telah memulainya terlebih dahulu atas dirinya dan hal itu menjadi salah satu tujuan beliau diutus. Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan baiknya akhlak.” shahih. HR. Ahmad 2/381Maka sangatlah aneh, apabila ada yang mengaku sebagai seorang muslim tetapi tidak terdapat dalam dirinya akhlak yang mulia. Karena hal itu secara tidak langsung bertentangan dengan ajaran Rasulullah shallallahu alaihi wassallam. Jika ada yang mengaku dirinya sebagai seorang muslim, tentu saja ia tidak boleh hanya mengambil sebagian ajaran Nabi shallallahu alaihi was sallam. Akhlaknya pun harus mengikuti apa yang beliau contohkan dan Tentang AkhlakBerikut beberapa hadits tentang akhlak yang menunjukkan keutamaan dan pentingnya akhlak mulia قال رسولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- “إِنَّ لِكُلِّ دِيْنِ خُلُقًا وَخُلُقُ الإسلامَ الْحَيَاءُDari Anas bin Malik radhiallahu anhu, dia berkata, Nabi shallallahu alaihi was sallam, bersabda “Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islami adalah rasa malu.” HR. Ibnu Majahإِنَّ اللهَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ وَمَعَالِيَ اْلأَخْلاَقِ وَيُبْغِضُ سِفْسَافَهَا“Sesungguhnya Allah Maha Pemurah menyukai kedermawanan dan akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah hina.” HR. Bukhari, Muslimإنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلاَقًا“Sesungguhnya yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik akhlaknya.” HR. Ahmadعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا“Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah ia yang memiliki akhlak terbaik. Yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik akhlaknya kepada pasangannya.” HR. At Tirmidziعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْمُؤْمِنَ يُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَاتِ قَائِمِ اللَّيْلِ صَائِمِ النَّهَارِAisyah radhiallahu anha, ia berkata, “Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi was sallam, berkata, Sungguh orang-orang yang beriman dengan akhlak baik mereka bisa mencapai menyamai derajat mereka yang menghabiskan seluruh malamnya dalam shalat dan seluruh siangnya dengan berpuasa.” HR. Ahmadإِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ“Sesungguhnya seorang mukmin akan mendapatkan kedudukan alli puasa dan halat dengan akhlak baiknya.” HR. Abu Dawudعَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ شَيْءٍ يُوضَعُ فِي الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الْخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِAbu Darda radhiallahu anhu, meriwayatkan, “Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi was sallam berkata, Tak ada yang lebih berat pada timbangan mizan, pada hari pembalasan dari pada akhlak yang baik. Sungguh orang yang berakhlak baik akan mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat.” HR. At Tirmidziعَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِي مِيزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ وَإِنَّ اللَّهَ لَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيءَDari Abu Darda’ radhiallahu anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi was sallam bersabda, “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin kelak ada hari kiamat daripada akhlak yang baik. Sesungguhnya Allah amatlah murka terhadap seseorang yang keji lagi jahat.” HR. Tirmidziعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ“Orang muslim yang baik adalah yang muslim lainnya aman dari gangguan ucapan dan tangannya, dan orang yang hijrah termasuk kelompok muhajirin adalah yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah.” HR. Bukhariإِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ“Sesungguhnya kelembutan itu tidak berada pada sesuatu kecuali menghiasinya dan tidak dicabut dari sesuatu kecuali memperburuknya.” HR. Muslimأَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ“Aku adalah penjamin sebuah rumah di sekitar taman Surga bagi seseorang yang meniggalkan perdebatan walaupun ia benar, penjamin rumah ditengah Surga bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun ia bercanda, juga menjadi penjamin sebuah rumah di Surga paling atas bagi orang yang memiliki akhlak yang baik.” HR. Abu Dawudكاَنَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ“Akhlak Rasulullah adalah Al Qur’an.” HR. Muslimعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ مسلمDari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda,“Iman itu lebih dari 70 atau 60 cabang, cabang iman tertinggi adalah mengucapakna Laa ilaha illallaah’, dan ang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan rasa akhlak malu merupakan sebagian dari iman.” HR. Muslimحَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ“Tidaklah seorang diantara kalian dikatakan beriman hingga ia mencinta untuk saudaranya apa-apa yang ia sukai untuk dirinya sendiri.” HR. Bukhariعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ مسلم“Tidak akan masuk Surga orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” HR. Muslimعَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍDari Abu Dzar radhiallahu anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi was sallam pernah bersabda kepadaku, “Bertakwalah kamu kepada Allah dimana saja kamu berada dan ikutilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya, serta pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” HR. At Tirmidziعَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ وَالْمُتَفَيْهِقُونَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ عَلِمْنَا الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ فَمَا الْمُتَفَيْهِقُونَ قَالَ الْمُتَكَبِّرُونَDari Jabir radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda “Sesungguhnya diantara orang yang paling aku cintai dan tempat duduknya lebih dekat kepadaku pada hari Kiamat ialah orang yang akhlaknya paling sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya darilu pada hari Kiamat ialah orang yang paling banyak bicara berkata-kata yang tidak bermanfaat dan memeperolok manusia.” Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling banyak bicara itu?’ Nabi menjawab, Yaitu orang-orang yang sombong.” HR. Tirmidziأَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ لَا تَغْضَبْSeseorang berkata kepada Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, Nasihati aku.’ Beliau bersabda Jangan marah.’ Beliau mengulang beberapa kali, Jangan marah.’ HR. Bukhariالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَهْوَاءِNabi shallallahu alaihi was sallam mengucapkan Allaahumma inni a’udzubika min munkaraatil akhlaaqu wal a’mali wal ahwaai’ Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbagai kemunkaran akhlak, amal maupun hawa nafsu.’ HR. At Tirmidziعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ الْفَمُ وَالْفَرْجُDari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi was sallam pernah ditanya tentang sesutu yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam Surga, maka beliaupun menjawab, Takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia.’ Dan beliau juga ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukan orang ke dalam Neraka, maka beliau menjawab, Mulut dan kemaluan.’ HR. At Tirmidziكَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقاً“Rasulullah shallallahu alaihi was sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya.” HR. Bukhari, MuslimDemikianlah beberapa hadits tentang akhlak yang menyebutkan perintah untuk memiliki akhlak mulia dan keutamaan yang akan diperoleh atasnya, serta peringatan bagi orang-orang yang memiliki akhlak tercela. Rasulullah shallallahu alaihi was sallam telah mengabarkan kepada umat ini, bahwa akhlak yang mulia itu sendiri merupakan ibadah yang agung, dan ia memiliki kedudukan yang tinggi di akhirat a’ Penjelasan Hadits Adab & Akhlak Bulughul Maram Keutamaan Akhlak Mulia, Firanda Andirja, MA13 Akhlak Utama Salafus Shalih, Muhammad Abduh Tuasikal, Hadits Nabi Tentang Akhlak, Khamid Qurays
HadistNabi Tentang Akhlak: Memiliki Rasa Malu. Dari Anas, dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا، وَخُلُقُ الْإِسْلَامِ الْحَيَاءُ. "Sesungguhnya bagi setiap agama itu ada akhlak, dan akhlak Islam adalah rasa malu." [Hr. Ibnu Majah]
home akhlak tercela Tausyiah Jum'at, 17 Maret 2023 - 2311 WIB Pengertian Tahawwur, sifat tercela yang harus dihindari kaum muslim karena dampaknya yang merusak. Tahawwur termasuk penyakit hati yang sering tidak disadari manusia. Muslimah Senin, 28 November 2022 - 1040 WIB Bagi sebagian kaum muslimah, berkeluh kesah ketika ditimpa masalah atau musibah masih sering dianggap hal biasa atau sikap tersebut tidak terpuji dan akan mendapatkan kemurkaan dari Allah Taala. Muslimah Selasa, 27 September 2022 - 1619 WIB Naminah merupakan salah satu perkara yang sering diremehkan, namun dampaknya sangat besar. Bahkan ada 3 ancaman mengerikan yang akan diterimanya di akhirat kelak. Muslimah Sabtu, 06 Agustus 2022 - 0515 WIB Penyimpangan dalam masalah keimanan, ibadah atau akhlak di zaman sekarang, seringkali diremehkan kaum wanita. Baik penyimpangan yang tersamar atau tidak nampak, bahkan banyak yang tidak disadari oleh pelakunya sendiri. Muslimah Sabtu, 02 Juli 2022 - 0515 WIB Allah Taala menjanjikan surga bagi hamba-Nya yang beriman dan bertakwa, sebaliknya orang-orang yang berpaling dari agama akan memperoleh azab pedih di neraka. Muslimah Jum'at, 01 Juli 2022 - 0733 WIB Tabarruj atau memamerkan kecantikan menjadi hal biasa di zaman ini, dan ironisnya banyak kaum muslimah ikut serta meramaikannya. Sehingga tanpa sadar, dosa karena tabarruj ini, seringkali diremehkan mereka. Muslimah Sabtu, 21 Mei 2022 - 1129 WIB Ada perkara yang disebabkan oleh lisan yang justru akan menyeret ke dalam dosa. Dosa akibat lisan ini tidak main-main, karena dengan lisanlah surga dan neraka seseorang ditentukan Muslimah Sabtu, 21 Mei 2022 - 0515 WIB Sadarkah muslimah, mungkin salah satu penyebab banyaknya kasus pelakor perebut laki orang dikarenakan tanpa sadar banyak wanita yang memainkan peran pelakor itu sendiri. Bagaimana ciri-cirinya? Muslimah Senin, 07 Maret 2022 - 1814 WIB Niat dalam melakukan amal ibadah sudah pasti harus ikhlas. Akan tetapi, ada kalanya bila dilakukan terus menerus dan masif akhirnya bisa bercampur riya dan sumah Muslimah Kamis, 17 Februari 2022 - 1011 WIB Suatu waktu kita di dunia, mungkin kita pernah berbuat pamer riya terhadap sesuatu yang mahal dan bagus yang kita beli atau kita kenakan. Bahkan dalam soal ibadah pun, mungkin tanpa sadar kita pernah melakukan. Muslimah Kamis, 06 Januari 2022 - 1256 WIB Bagi seorang istri sah, kehadiran pelakor jelas-jelas sangat menyakitkan dan merusak keharmonisan rumah tangganya. Bagaimana sebenarnya pandangan syariat tentang kehadiran pelakor ini? Muslimah Jum'at, 31 Desember 2021 - 1434 WIB Bergunjing atau ghibah sudah menjamur di kalangan masyarakat, ironisnya banyak pelakunya adalah kaum wanita. Perbuatan ghibah yang biasanya dengan membicarakan kejelekan-kejelekan orang lain nyatanya sudah dianggap lazim. Muslimah Kamis, 16 Desember 2021 - 0837 WIB Bunglon adalah hewan yang setiap waktu atau setiap hari bisa berubah-ubah warnanya. Sifat hewan ini, ternyata banyak dimiliki sebagian kaum wanita. Muslimah Minggu, 21 Maret 2021 - 0500 WIB Kebiasaan mengomentari makanan sepertinya sudah sangat biasa dalam masyarakat kita. Dan mungkin, tanpa sadar, kita sendiri pun kerap melakukannya. Padahal, mengomentari makanan adalah akhlak tercela yang harus ditinggalkan kaum muslimin. Muslimah Minggu, 22 November 2020 - 1827 WIB Ada beberapa golongan perempuan yang akan diusir dari surga dan berakhir di neraka, dan mereka bahkan tak diizinkan mencium harumnya surga. Padahal, begitu dasyatnya surga dapat tercium sejauh 70 tahun jarak perjalanan. Muslimah Senin, 16 November 2020 - 0637 WIB sebagian dari kalangan kaum perempuan justru banyak melakukan penyimpangan dalam hubungan dengan tetangga ini. Sebagian besar dari mereka malah menyakiti tetangganya tersebut, terutama dengan lisan atau selainnya Muslimah Selasa, 10 November 2020 - 1408 WIB Salah satu penyakit hati adalah sombong. Sikap sombong mudah muncul dalam diri manusia. Yang menjadikan seseorang menderita penyakit hati ini, bisa oleh berbagai macam kenikmatan Muslimah Kamis, 22 Oktober 2020 - 1039 WIB Menggoda istri orang lain, ternyata bukan hal yang remeh dalam agama Islam. Meski sekedar iseng, tapi ternyata ada bahaya besar mengancam. Selain dosa besar, perbuatan itu ternyata membantu iblis menyesatkan manusia. Muslimah Minggu, 18 Oktober 2020 - 0702 WIB Jika syariat untuk mewajibkan kaum perempuan menutup aurat tidak ada, pasti hawa nafsu akan semakin bergejolak, kerusakan akan semakin tersebar dan akan banyak lelaki yang terjerumus ke dalam kerusakan. Muslimah Selasa, 06 Oktober 2020 - 1603 WIB Allah Taala telah memberikan peringatakan keras terhadap aktivitas tercela bahkan melaknat bagi siapa saja yang melakukannya. Riba dan sua, merupakan kegiatan yang tidak boleh dilakukan oleh manusia terlebih lagi jika pelakunya adalah perempuan
Rasulullahshallallahu 'alaihi wasallam bersabda. وَإِنَّ سُوْءَ الْخُلُقِ يُفْسِدُ الْعَمَلَ كَمَا يُفْسِدُ الْخَلُّ الْعَسَلَ. Dan sesungguhnya akhlak yang buruk merusak amal (shaleh) sebagaimana cuka yang merusak madu (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Awshath (I/259
Ilustrasi Hadist tentang Akhlak, Foto Dok. tentang akhlak wajib diketahui oleh seluruh umat muslim. Sebab dalam islam, akhlah adalah salah satu sifat yang mulia. Akhlak dapat diartikan sebagai tingkah laku seseorang yang didorong oleh keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan baik atau buruk. Alquran dan hadist adalah tolak ukur yang menentukan baik atau buruknya akhlak seorang muslim. Akhlak yang baik merupakan sebuah tanda kebahagian seorang muslim di dunia dan akhirat. Kedudukan akhlak dalam agama islam sangat tinggi. Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan sebagai berikut“Sesungguhnya di antara orang-orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat denganku yaitu orang-orang yang paling baik akhlaknya.” HR. Tirmidzi. Terdapat banyak hadist tentang akhlak yang harus diketahui oleh umat muslim. Apa saja hadistnya? Simak ulasan Tentang Akhlak dan PenjelasannyaTerdapat banyak hadist yang membahas mengenai akhlak. Berikut beberapa hadist tentang akhlak dan مِنْ أَحِبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحْسَنُكُمْ أَخْلَاقًا“Sesungguhnya di antara orang-orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat denganku yaitu orang yang paling baik akhlaknya.” HR. TirmidziSalah satu keutamaan jika memiliki akhlak yang baik adalah dekat dengan nabi. Dekat dengan nabi adalah salah satu nikmat yang luar biasa. Sebab akan dijauhkan dari neraka. أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ“Aku adalah penjamin sebuah rumah di sekitar taman Surga bagi seseorang yang meniggalkan perdebatan walaupun ia benar, penjamin rumah ditengah Surga bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun ia bercanda, juga menjadi penjamin sebuah rumah di Surga paling atas bagi orang yang memiliki akhlak yang baik.” HR. Abu DawudNabi menjamin bagi semua umat muslim akan mendapatkan rumah di surga yang paling atas. Maksudnya adalah derajat kita akan tinggi di surga. Namun dengan syarat memiliki akhlak yang beberapa hadist tentang akhlak yang harus diketahui oleh umat muslim. Akhlak yang baik akan menuntun kita pada kebaikan pula.
. jlf4c4lann.pages.dev/208jlf4c4lann.pages.dev/484jlf4c4lann.pages.dev/271jlf4c4lann.pages.dev/755jlf4c4lann.pages.dev/599jlf4c4lann.pages.dev/978jlf4c4lann.pages.dev/868jlf4c4lann.pages.dev/364jlf4c4lann.pages.dev/296jlf4c4lann.pages.dev/3jlf4c4lann.pages.dev/715jlf4c4lann.pages.dev/571jlf4c4lann.pages.dev/402jlf4c4lann.pages.dev/104jlf4c4lann.pages.dev/432
hadits tentang akhlak tercela